Usia Peralatan Pelayanan Darat Pesawat Udara Dibatasi

Untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan di , serta menjaga kelestarian lingkungan hidup, Kementerian Perhubungan melakukan pembatasan usia peralatan penunjang udara. Pembatasan usia tersebut meliputi peralatan penunjang darat udara (ground support equipment) dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara.aircraft-towing-tractor

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM 174 Tahun 2015 tertanggal 12 November 2015 tentang Pembatasan Usia Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara Dan Kendaraan Operasional Yang Beroperasi di Sisi Udara, dikelompokkan menjadi dua kategori. Pertama, kelompok usia operasi 15 tahun dan kedua kelompok usia operasi 10 tahun.

Kelompok usia operasi 15 tahun meliputi Towbarless Tractor (TBT), Aircraft Towing Tractor(ATT), Baggage Towing Tractor (BTT), Lower, Upper Deck Loader (HLL), Main Deck Loader (MDL), Incapacitated Passenger Loading Vehicle (IPL), Cargo Transport Loader (CTL), Refueling De-refueling Truck (RDT), Fuel Hydrant Dispencer Truck(HDT), dan Apron Passanger Bus (APB).

Selain itu, meliputi High Lift Cattering Truck (HTC), Passenger Boarding Stairs (PBS), Ground Power Unit (GPU), Air Starter Unit (GPU), Air Conditioning Unit (ACU), Conveyor Belt Loader (CBL), Forklift fot Loading Aircraft Lower Deck (FLT), Lavatory Service Truck (LST), Water Service Truck (WST), Heli Dollies (HDL), Container Dollies (CDL), Pallet Dollies (PDL), Aircraft Towing Bar (ATR), dan Aircraft Tail Jack (ATJ).

Sementara, untuk kelompok usia operasi 10 tahun meliputi kendaraan yang beroperasi di sisi udara (Airside Operation Vehicle/AOC), Crew Transportation Vehicle (CTV), Catering Truck (CTT), Aircraft Cleaning Equipments (ACE), Portable Genset (P-GNS), Lavatory Service Cart (LSC) dan Water Service Cart (WSC). Lalu juga Baggage Cart (BCT), Towed Passanger Stair (AMS), Baggage Sliding Bridge (BSB), Aircraft Whell Chock (AWC), Passenger Wheel Chair (PWC) dan Aircraft Passenger Canopy (APC).

Pemenuhan ketentuan harus dilaksanakan oleh pemegang sertifikat peralatan pelayanan darat pesawat udara dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara paling lambat enam bulan sejak peraturan ini berlaku. “Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi berupa peralatan tak boleh dioperasikan dan pencabutan sertifikat peralatan,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata.