Terminal 3 Bandara Soetta Banyak Masalah, DPR Desak Bentuk Panja


JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia () akan mempercepat pembentukan Panitia Kerja () . Hal ini buntut dari insiden ambruknya salah satu di Ultimate Bandara pada tengah minggu lalu.

“Saya berharap Panja Angkasa Pura II segera direalisasikan, karena sejumlah permasalahan yang terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa ditoleransi lagi dan ini harus diungkap ke publik,” tandas Anggota Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Darianto. “Apalagi, kemarin saat ada atap plafon ambrol di area kedatangan dekat pintu Kantor Kesehatan Pelabuhan.”

Ditambahkan Darmadi, diperlukan audit investigatif terkait seluruh persoalan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang mulai beroperasi sejak 9 Agustus lalu. Audit investigatif ini diperlukan guna mengetahui apakah terjadi kemungkinan adanya dugaan -praktik koruptif sehubungan dengan sejumlah kejadian di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Harus ada audit investigatif dan kami akan meminta pertanggungjawaban dari pihak PT Angkasa Pura II dan BUMN kontraktornya, yaitu PT Wijaya Karya,” sambung Darmadi. “Sebab, Komisi VI sudah mencurigai adanya dugaan ketidakberesan dalam terminal yang disebut sekelas Bandara Singapura tersebut.”

Pada Kamis (15/12) pekan lalu, atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kembali roboh padahal baru sebulan yang lalu diperbaiki. Insiden itu terjadi pada sekitar pukul 10.00 WIB, tepatnya di area kedatangan dekat pintu Kantor Kesehatan Pelabuhan.

“Ada kerusakan pada bagian atap dan saya memohon maaf kepada para pengguna jasa bandara atas ketidaknyamanan ini,” kata General Manager Bandara , Suriawan Wakan, kala itu. “Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta masih dalam pemeliharaan, dan yang bertanggungjawab adalah konsorsium Kawahapejaya Indonesia KSO.”