Gelar Rakor, Basarnas Bahas Penanganan Kecelakaan Penerbangan di Bandara Soetta

Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama berbagai stakeholder. Rakor tersebut diselenggarakan untuk meminimalisir korban jiwa akibat dampak dari di lingkungan , Tangerang, Banten.

Hendra Sudirman, Kepala Kantor SAR Jakarta - tasikmalaya.pikiran-rakyat.com

Hendra Sudirman, Kepala Kantor SAR Jakarta – tasikmalaya.pikiran-rakyat.com

Dalam rakor yang diadakan pada Selasa (14/6) kemarin ini diikuti oleh 50 instansi, termasuk TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Pemprov DKI Jakarta, PT Angkasa Pura II, dan pihak Otoritas yang berada di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Rapat Koordinasi SAR pada tahun 2022 ini kita akan membahas tentang bagaimana penanganan apabila terjadi kecelakaan penerbangan di perairan (ditching) sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ungkap Kepala Kantor SAR Jakarta, Hendra Sudirman, seperti dilansir dari Tangerangnews.

Lewat Rakor SAR ini diharapkan dapat menyamakan pola pikir dan pola tindak serta terwujudnya koordinasi yang baik antara Kantor SAR Jakarta dengan lembaga atau instansi terkait. “Diharapkan ada koordinasi yang baik dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan penerbangan khususnya ditching,” imbuh Hendra.

Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager PT Angkasa Pura II KCU Bandara Soetta, Agus Haryadi menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan koordinasi SAR tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Kantor SAR Jakarta dan pengalaman yang sangat berharga dimana pada kali ini menitikberatkan dan fokus kesiapan stakeholder bandara terhadap penanganan keadaan emergency khususnya pada saat ditching di perairan,” beber Agus.

Dengan adanya kegiatan itu, ia berharap bisa menjadikan momentum untuk memantapkan koordinasi agar sinergitas dan soliditas bisa terjalin dalam upaya cepat tanggap pelayanan pencarian dan pertolongan (Quick Response SAR) sehingga korban jiwa juga dapat diminimalisir dengan aman.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandar udara terbesar di Indonesia dan memiliki aktivitas penerbangan paling sibuk. Dalam kondisi normal, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soetta mencapai 1.000-1.200 pergerakan pesawat per hari dengan rata-rata 72 pergerakan pesawat, baik take off maupun landing per jam.