Banyak yang Rusak, Pemkot Genjot Perbaikan Akses Jalan ke Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – Akses di Kota yang menghubungkan dengan Internasional terpantau mengalami yang cukup parah. Akses yang rusak berat berada di Juanda dan Garuda. Di ruas tersebut ada banyak lubang yang berpotensi membahayakan para pengguna . Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat berupaya melakukan perbaikan raya.

Salah satu akses jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang rusak – tempo.co

Adapun jalan raya yang menjadi akses menuju Bandara , Tangerang, Banten, yakni Jalan Marsekal Suryadarma Ali misalnya, ditargetkan bakal rampung pada semester pertama tahun 2021 ini. “Bukan hanya akses itu saja, tapi kita juga fokus menangani empat ruas jalan rusak, total panjang 3.203 kilometer,” kata Kabid Bina Marga, Shandy Sulaiman, Sabtu (16/1), seperti dilansir Liputan6.

Sandi juga mengatakan, ruas jalan kota yang rusak itu sebagian dikarenakan adanya strategis nasional. Seperti diketahui, tersebut memanfaatkan jalan kota untuk mobilitas kendaraan berat. “Tak bisa dipungkiri, mobilitas alat berat melewati ruas-ruas jalan Kota Tangerang setiap harinya masih berlangsung hingga saat ini,” papar Shandy.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat 16 ruas jalan kota yang terdampak proyek strategis nasional dengan panjang 59,8 km dan 20,7 km, diantaranya mengalami rusak parah dan ringan. Misalnya saja pembangunan rel kereta api bandara, pembangunan JORR 2, perluasan runway 3 dan east cross bandara.

Dalam proses perbaikan jalan kota tersebut nantinya akan dibagi menjadi 3 bagian, yakni PUPR menggunakan APBD 2021 untuk menangani 4 ruas jalan dengan total 3,203 km. Keempat ruas jalan itu adalah Jalan Ir Juanda, Jalan Lio Baru, Jalan Pembangunan 3, dan Jalan Marsekal Suryadharma. Sedangkan PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) selaku penanggung jawab proyek akan menangani 11,957 km ruas jalan rusak.

“Hingga saat ini, JKC baru mengerjakan 2 km dan tersisa 9,8 km yang masih dalam tanggung jawabnya. Sedangkan, untuk sisanya yaitu 7,7 km, sudah berkirim surat kepada Menteri PUPR dan Kantor Sekretariat Presiden, untuk mengajukan permohonan rehabilitasi ruas jalan kota, pasca konstruksi proyek strategis nasional,” jelasnya.

PUPR sendiri sekarang sedang melakukan perbaikan sementara untuk melakukan operasional dan pemeliharaan jalan rusak yang sifatnya penanganan sementara. “Perbaikan sementara ini sifatnya sementara, sambil menunggu proses lelang yang wajib kita lalui. Terpenting, dengan perbaikan sementara ini, dapat mengurangi risiko jalan rusak, dan tentunya beri kenyamanan saat berkendara,” tandasnya.