Layani 5,8 Juta Penumpang, Rasio Pemulihan Penerbangan Bandara AP II Capai 89 Persen

JAKARTA – PT Angkasa Pura II mengatakan bahwa lalu lintas di kelolaan mereka pada tahun ini mulai mengalami pemulihan yang signifikan. Menurut data pada bulan Mei 2022, pergerakan di seluruh bandara PT Angkasa Pura II, termasuk Bandara , tercatat mencapai 5,8 juta orang sekaligus menjadi pergerakan bulanan tertinggi sejak April 2020 atau awal pandemi Covid-19.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

“Pada Mei 2022, rasio pemulihan lalu lintas penerbangan di bandara PT Angkasa Pura II telah mencapai sekitar 89 persen dari kondisi normal pada 2019 saat belum ada pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dilansir dari Tempo. “Pergerakan penumpang pada Mei 2022 merupakan tertinggi selama pandemi Covid-19. Kondisi tersebut sejalan dengan suksesnya angkutan Lebaran pada 22 April hingga 13 Mei 2022.”

Secara year-to-date, yakni sejak 1 Januari hingga 31 Mei 2022, jumlah pergerakan penumpang mencapai 21,20 juta orang, sekaligus menggambarkan rasio pemulihan sebesar 64 persen dibandingkan dengan realisasi 2019 saat belum ada pandemi. Pergerakan penumpang Januari hingga Mei 2022 ini juga lebih tinggi 71,5 persen dibandingkan dengan Januari sampai Mei 2021, dan naik 2,96 persen dibandingkan dengan Januari sampai Mei 2020.

“Seluruh bandara PT Angkasa Pura II telah melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk mengakomodasi permintaan penerbangan pada periode pemulihan ini,” sambung Awaluddin. “Sejalan dengan itu, perseroan juga siap menyambut pemulihan sektor penerbangan global. Seluruh sumber daya bandara PT Angkasa Pura II siap menyambut peningkatan lalu lintas penerbangan, baik itu rute domestik maupun internasional.”

Sementara itu, Regional Vice President Asia-Pacific IATA (International Air Transport Association), Philip Goh, menuturkan bahwa pemulihan sektor penerbangan hingga menyamai kondisi sebelum adanya pandemi Covid-19 akan tercapai pada 2024 atau 2025. Menurut dia, bergeliatnya lalu lintas penerbangan internasional di Indonesia akan turut mendukung pemulihan sektor penerbangan global.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis IATA, pada Februari 2022, kawasan Amerika Utara meraih pangsa pasar penerbangan global terbesar dengan porsi mencapai 32,7 persen, diikuti Asia Pasifik dengan 27,6 persen pangsa pasar, lalu Eropa sebesar 24,9 persen, Amerika Latin sebesar 6,5 persen, Timur Tengah sebesar 6,5 persen, dan Afrika sebesar 1,9 persen.