Penerbangan Batik Air Rute Jakarta-Pontianak Berhenti Sementara, Apa Sebabnya?

Batik Air terpaksa menghentikan sementara rute Internasional , Tangerang, Banten ke Supadio Pontianak (PNK) mulai tanggal 24-30 Agustus 2020. Penutupan sementara rute -Pontianak ini dilakukan lantaran ditemukan 6 Batik Air dari ke Pontianak yang positif Covid-19.

Maskapai Batik Air terpaksa menghentikan sementara operasional penerbangan Jakarta-Pontianak – terkini.id

“Batik Air tidak beroperasi mulai tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020 atau pemberitahuan lebih lanjut. Untuk penerbangan pada 23 Agustus 2020 tetap berjalan dalam upaya mengakomodir kebutuhan penumpang, dikarenakan para penumpang di penerbangan ini tidak dapat diinfokan dan dipindahkan ke maskapai lain,” ucap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (22/8), seperti dilansir Kontan.

Oleh sebab itu, para penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara dengan rute dari Bandara ke Bandara Supadio Pontianak bisa memakai alternatif atau akan diberangkatkan dengan maskapai lain, misalnya Lion Air. Danang pun menegaskan bahwa selama ini pihaknya selalu mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Pelaksanaan penerbangan dilakukan sebagaimana pedoman protokol kesehatan,” beber Danang.

Adapun pelaksanaan penerbangan maskapai Batik Air dan Lion Air Group selama ini ia tegaskan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first). Tetap melakukan protokol kesehatan serta upaya tidak menyebabkan penyebaran COVID-19,” ungkap Danang.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan bahwa ada tambahan 33 kasus (Covid-19) di Kalbar pada Sabtu (22/8). Dari 33 kasus baru Covid-19 tersebut, 6 orang di antaranya adalah penumpang pesawat dari Jakarta. “Informasi Covid-19 di Kalbar hari ini bertambah 33 kasus baru positif. Pontianak terbanyak dan enam orang di antaranya penumpang pesawat dari Jakarta,” kata Sutarmidji.

Karena adanya lonjakan kasus baru ini, Sutarmidji pun meminta tiap kepala daerah di Kalbar untuk terus melakukan pendisiplinan protokol kesehatan pada masyarakat. “Saya minta kepala daerah jangan kendor karena nanti Anda kewalahan menanganinya,” jelas Sutarmidji.