Pefindo Tingkatkan Rating Kredit Angkasa Pura II Jadi idAA+

Jakarta II (Persero) berhasil meningkatkan rating atau peringkat kredit dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hal tersebut seiring dengan peningkatan lalu lintas di sejumlah yang dikelola oleh AP II.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

Selama kurang lebih 1 tahun ke depan, yakni untuk periode 8 September 2022 hingga 1 September 2023, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang merupakan lembaga pemeringkat efek menegaskan rating idAA+ bagi Angkasa Pura II dan merevisi prospek peringkat menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Pefindo juga menegaskan rating idAA+ untuk Obligasi I/2016 dan Obligasi Berkelanjutan I/2018.

“AP II sangat bersyukur memiliki sumber daya yang siap dalam merespons dinamisnya kondisi di tengah pandemi, sehingga seluruh bandara AP II dapat melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan penerbangan dan menjaga konektivitas udara di Tanah Air,” kata President Director AP II, Muhammad Awaluddin, Kamis (15/9), seperti dilansir dari Tempo.

Sebagai , trafik AP II tercatat mencapai 27,9 juta pada semester pertama tahun 2022. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2021, yakni sebesar 16,1 juta atau sama dengan 73 persen pertumbuhan secara tahunan.

Awaluddin menambahkan, selama masa pandemi total sebanyak 20 bandara Angkasa Pura II tetap beroperasi dengan penyesuaian pola dan jam operasional. Bandara bahkan tetap beroperasi selama 24 jam setiap harinya.

“Sejalan dengan peningkatan lalu lintas penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan penyesuaian dengan kembali membuka Terminal 1A pada 1 April 2022 untuk melayani penumpang pesawat, melengkapi operasional Terminal 2 dan Terminal 3,” beber Awaluddin. Skytrain atau Kalayang di Bandara Soetta juga kembali beroperasi pada Juni 2022 sebagai moda transportasi yang mendukung mobilitas antarterminal dan stasiun KA Bandara Soetta.

Sementara itu, Pefindo juga mengungkapkan bahwa diberikannya rating idAA+ dengan outlook stabil tersebut dipengaruhi oleh posisi kompetitif Angkasa Pura II yang kuat sebagai operator bandara terbesar dalam negeri dan memiliki sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik.