Malaysia Lockdown Total, Garuda Tetap Terbang Jakarta-Kuala Lumpur

JAKARTA – menerapkan kebijakan lockdown total atau pembatasan pergerakan penuh mulai tanggal 1 hingga 28 Juni 2021 akibat melonjaknya kasus Covid-19 di negara tersebut. Meski demikian, ternyata tetap melayani Jakarta- dengan penerbangan dua kali sepekan.

Maskapai Garuda Indonesia – www.idntimes.com

“Garuda Indonesia tetap melayani mereka yang kebanyakan akan bepergian kembali ke Tanah Air dari Kuala Lumpur ke daerah-daerah di Indonesia melalui kota persinggahan (transit city) Jakarta,” papar Country Manager Malaysia PT Garuda Indonesia, Fredrik Kasiepo, dilansir dari Antara. “Kami beroperasi di hari Kamis dan Minggu dengan tetap memperhatikan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat berdasarkan supply and demand. Bila dirasa perlu ada lonjakan permintaan, akan kami tambah.”

Sementara itu, Atase Perhubungan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Capt. Supendi, mengingatkan kepada seluruh maskapai di Malaysia yang melakukan penerbangan ke Indonesia, termasuk Garuda Indonesia, agar pro aktif mengingatkan kepada penumpangnya untuk melaksanakan protokol . Dia juga mengingatkan kembali tentang surat edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021, khususnya dengan pelaksanaan swab test maksimum tiga kali 24 jam sebelum keberangkatan.

Pemerintah Malaysia mengumumkan total lockdown yang berlaku di seluruh negara bagian pada 30 Mei 2021. Penutupan penuh mulai dilaksanakan pada 1 Juni hingga 14 Juni 2021 dan kembali diperpanjang sampai 28 Juni 2021 dengan mengecualikan sektor pengangkutan melalui darat, air, atau udara, dan sektor perhubungan dan lapangan terbang.”

Sempat turun, kasus harian Covid-19 di Negeri Jiran kembali naik. Dalam 24 jam hingga Jumat tanggal 18 Juni 2021 kemarin, ada 6.440 kasus baru yang dilaporkan. Dari keseluruhan data tersebut, Selangor menyumbang angka terbanyak dengan 2.095 kasus atau hampir sepertiga dari semua kasus yang tercatat dalam 24 jam terakhir. Negeri Sembilan menyusul dengan 870 kasus, kemudian Kuala Lumpur dengan 816 kasus, Johor dengan 592 kasus, dan Sarawak dengan 536 kasus.