AirAsia Tetap Terbang Jakarta-Kuala Lumpur PP Saat Malaysia Lockdown

Tidak hanya yang tetap melayani Jakarta- meski sudah menerapkan kebijakan lockdown sejak Senin (7/9) lalu. juga masih tetap mengoperasikan yang sama, bahkan juga melayani sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya, Medan, Lombok, serta relasi Penang-Medan.

AirAsia tetap terbang Jakarta-Kuala Lumpur PP saat Malaysia lockdown – www.merdeka.com

“AirAsia Indonesia masih melayani rute penerbangan Malaysia-Indonesia,” papar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine, dilansir dari Kompas. “Namun, penerbangan difokuskan untuk mengangkut warga negara Indonesia yang ingin kembali ke Tanah Air, dan warga negara lainnya yang telah mendapat pengecualian untuk masuk ke Indonesia, serta warga negara Malaysia yang ingin pulang ke negara mereka.”

Di tengah pandemi virus yang masih terus berlangsung, Veranita menyebut operasionalisasi penerbangan AirAsia tetap mematuhi peraturan dan arahan otoritas terkait. Selain itu, perusahaan terus melakukan koordinasi dengan berbagai otoritas negara tujuan penerbangan untuk mengetahui aturan terkini yang diberlakukan.

Menurut situs resmi AirAsia, rute perjalanan Jakarta-Kuala Lumpur dioperasikan empat kali dalam sepekan, yakni pada hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu. Namun, untuk pekan kemarin, penerbangan hanya tersedia di hari Sabtu (12/9). Sementara, untuk pekan ini, penerbangan pada hari Selasa (15/9) juga tidak ada jadwal.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur PP walau pemerintah Malaysia kembali menerapkan kebijakan lockdown. Maskapai pelat merah ini tetap melayani rute Jakarta-Kuala Lumpur tiga kali sepekan, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Minggu, dengan mengangkut diplomat, warga negara Malaysia, dan transit dari Jakarta ke Kuala Lumpur.

Malaysia memang tidak terburu-buru untuk membuka pariwisata buat turis asing. Namun, naiknya penyebaran kasus baru membuat negeri tetangga ini semakin rapat menutup pintu. Masa Recovery Movement Control Order (RMCO) Malaysia, atau mirip seperti PSBB transisi di Indonesia, yang memberi perintah kontrol pergerakan pada periode 10 Juni hingga 31 Agustus 2020 akhirnya diperpanjang hingga 31 Desember 2020.

“Negara kami masih menghadapi tantangan dalam mengurangi penyebaran COVID-19 yang masih aktif menyebar ke seluruh dunia,” papar Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, seperti dikutip dari media lokal. “Kami tidak bisa mengambil risiko penyebaran virus ke negeri ini. Oleh karena itu, aturan karantina diperketat di lokasi tertentu.”