AP II Sediakan Layanan Khusus untuk Pekerjaan Migran Indonesia di Bandara Soetta

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) menjalin kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menyediakan khusus bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mulai sekarang, kedatangan atau keberangkatan pekerja migran di yang dikelola oleh AP II akan melewati jalur dan lounge khusus.

PT Angkasa Pura II (Persero) menjalin kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) - www.liputan6.com

PT Angkasa Pura II (Persero) menjalin kerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) – www.liputan6.com

Menurut Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, hal tersebut menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri BUMN serta merupakan inisiatif bersama PT Angkasa Pura II dan BP2MI untuk menyediakan khusus di bandara bagi pekerja migran Indonesia.

“Fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia akan tersedia di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, khususnya yang menjadi kantong-kantong keberangkatan dan kepulangan pekerja migran seperti Bandara . Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa, sudah sepatutnya kami memberikan dukungan penuh di bandara bagi para pekerja migran,” kata Awaluddin, Jumat (4/9), seperti dilansir Bisnis.

“Kesepahaman yang ditandatangani hari ini (Jumat), ada beberapa hal. Seperti kami operator bandara menyediakan line atau jalur khusus untuk pekerja migran Indonesia. Baik untuk keberangkatan ataupun kedatangan,” imbuh Awaluddin.

Dengan demikian, jalur khusus Pekerja Migran Indonesia dimulai dari setelah turun dari pesawat, tiba di terminal, lalu mengurus segala pemberkasan. Demikian pula sebaliknya, jalur khusus pun disediakan untuk pekerja migran Indonesia yang hendak mengurus berkas di Posko Migrasi, Bea dan Cukai, sampai di Posko Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta.

Selain disediakan jalur khusus, AP II pun menyiapkan fasilitas lain berupa help desk atau pusat informasi, lounge atau fasilitas transit, menyediakan ruang pameran untuk para mantan pekerja migran Indonesia yang sudah sukses berwirausaha, dan terakhir, menyediakan digital media untuk penyampaian pesan yang ada di setiap terminal di bandara.

“Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder lain di bandara seperti Imigrasi, Balai Karantina dan Bea Cukai untuk menghadirkan fasilitas khusus tersebut. Di samping lima fasilitas tersebut, kami dan BP2MI juga akan membahas lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya fasilitas-fasilitas lain bagi pekerja migran selama berada di bandara,” imbuhnya.

Selain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pelayanan VVIP untuk PMI ini juga disediakan di bandara lain yang dikelola AP II di Indonesia. “Terutama yang ada kantung-kantung internasionalnya. Selain Soetta, ada juga Kualanamu di Medan dan Kertajati Jawa Barat,” tandasnya.