Ada Larangan Masuk Arab Saudi, Maskapai Saudia Airlines Izinkan Reschedule Tiket Pesawat

Jakarta – Mulai tanggal 3 Februari 2021 lalu, Saudi melarang 19 termasuk untuk masuk wilayahnya. Kebijakan ini diambil karena meningkatnya kasus positif (Covid-19) di Arab Saudi. Berkenaan dengan hal tersebut, Saudia Airlines pun mengizinkan para untuk melakukan reschedule atau penjadwalan ulang .

Maskapai Saudia Airlines - en.wikipedia.org

Maskapai Saudia Airlines – en.wikipedia.org

Melalui keterangan resminya, pihak maskapai Saudia Airlines mengizinkan penumpang yang terdampak pembatasan untuk reschedule tiket pesawat. Pembatasan kunjungan ke Arab Saudi ini merujuk pada keputusan General Authority of Civil Aviation Saudi Arabia No. 4/43917 yang diterbitkan pada 2 Februari 2021.

Penumpang yang terdampak dapat menghubungi kontak resmi Saudi Arabia Airlines mengenai prosedur reschedule selengkapnya melalui kontak berikut:

Reservasi: +62 21 837 859 75(-79)
Tiketing: +62 21 835 6201 ext. 9119
WhatsApp Chat: +62 87 787 065 777
E-mail: [email protected]

Waktu operasional Saudia Airlines adalah Senin-Jumat pukul 10.15.00 WIB, Sabtu jam 10.00-14.00 WIB, dan khusus hari Minggu tutup.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara Eropa, Amerika Latin, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang juga termasuk yang dilarang masuk wilayah Arab Saudi. Larangan itu juga berlaku untuk wisatawan yang hendak transit lewat salah satu dari 20 negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari sebelum kunjungan ke Arab Saudi.

Pengecualian atas larangan masuk Arab Saudi ini hanya berlaku untuk warga Saudi, diplomat, praktisi kesehatan, dan keluarganya. Walau demikian, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menjamin jamaah umrah dapat pulang tepat waktu. “Jadwal kepulangan jemaah umrah masih tetap berjalan, sesuai jadwal. Kalau untuk keluar dari Saudi, tidak ada masalah. Saat ini, ada 670 jamaah yang masih berada di Arab Saudi,” ujar Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, Rabu (3/2), seperti dilansir Detik.

Pembatasan kunjungan ke Arab Saudi ini juga berdampak pada penundaan pelaksanaan ibadah umroh. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakaria Anshary. “Dari ketentuan Arab Saudi ini artinya keberangkatan umrah sepertinya akan ditunda sampai larangan ini dicabut,” tutupnya.