Juni 2021, Kunjungan Wisman via Bandara Soetta Naik 5,27%

JAKARTA – yang berkunjung ke Indonesia selama bulan Juni 2021 kembali mengalami penurunan. Menurut rilis BPS (Badan Pusat Statistik), pada Juni 2021, ada 140.900 kunjungan turis asing atau melorot 7,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 10,04 persen dibandingkan Juni 2020. Meski demikian, kunjungan melalui pintu masuk jalur udara mengalami peningkatan, termasuk di .

Margo Yuwono, Kepala BPS - www.limapagi.id

Margo Yuwono, Kepala BPS – www.limapagi.id

“Jumlah kunjungan menurun 7,71 persen secara bulanan dibandingkan Mei 2021. Secara tahunan, kunjungan menurun 10,04 persen,” papar Kepala BPS, Margo Yuwono. “Selama 2021, kunjungan wisatawan asing belum ada perbaikan signifikan kalau dibandingkan tahun 2020, apalagi tahun 2019. Kita terpukul karena pandemi masih melanda dan ada travel ban dari berbagai negara.”

Berdasarkan pintu masuk, kunjungan turis asing terbesar melalui jalur darat, yakni sebesar 64 persen atau 90.440 orang, disusul jalur laut sebesar 24 persen atau 34.171 orang, dan jalur udara sebanyak 12 persen atau 16.234 orang. Meski menjadi yang terkecil, jumlah kunjungan wisman via jalur udara justru naik, termasuk di Bandara Soekarno-Hatta yang meningkat 5,27 persen secara bulanan, Bandara Sam Ratulangi yang melonjak 139,90 persen secara bulanan, dan Bandara Juanda yang naik sebesar 13,13 persen secara bulanan.

Berdasarkan kebangsaan, wisman dari Timor Leste masih mendominasi, yakni sebesar 54,6 persen atau 76,9 ribu kunjungan, disusul wisman Malaysia sebesar 26,9 persen (37,9 ribu kunjungan) dan wisman asal China sebesar 4,7 persen (6,7 ribu kunjungan). Sementara itu, jumlah kunjungan turis asing dari Filipina mengalami kontraksi sebesar -23,92 persen, disusul Myanmar yang -10,27 persen.

Seiring dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, berbagai sektor pariwisata memang masih tertutup untuk kunjungan turis asing. Namun, kunjungan wisman yang tercatat di BPS tidak bertujuan untuk berwisata, melainkan melakukan perjalanan dengan misi tertentu, seperti bisnis, misi kesehatan atau pendidikan, hingga reuni keluarga. “Komposisi itu cenderung untuk tujuan bisnis, misi kesehatan, pendidikan, atau reuni keluarga,” pungkas Margo Yuwono.