Kunjungan Wisman di Bandara Soekarno-Hatta Naik 130% pada Juni 2020

Jakarta – Adanya situasi pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia membuat kunjungan mancanegara (wisman) ke Tanah Air pun menjadi terdampak. Pada Juni 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa wisman yang berkunjung ke Indonesia hanya 160,3 ribu kunjungan.

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik - majalah.tempo.co

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik – majalah.tempo.co

“Wisman Juni turun 2,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kalau secara tahunan terjadi penurunan 88,82 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, Senin (3/8), seperti dilansir Metrobanten.

“Biasanya tahun-tahun lalu mayoritas wisman akan pergi ke Bali. Karena Bali masih ditutup (untuk wisman), sehingga pergerakan di sini paling besar terjadi di ,” imbuh Suhariyanto. Kunjungan turis asing yang memadati Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten adalah efek dari pariwisata Bali yan baru menerima masyarakat lokal pada tanggal 9 Juli 2020 dan wisatawan nusantara (wisnus) pada 31 Juli 2020.

Dari angka 160.300 kunjungan wisman, sebanyak 9.100 kedatangan di Bandara Soetta mengalami kenaikan sebesar 130,13 persen apabila dibandingkan dengan bulan Mei 2020. “Dibandingkan dari Mei, mengalami kenaikan 130,13 persen. Menunjukkan bahwa adanya relaksasi PSBB jumlah wisman mulai berdatangan. Tapi posisinya masih jauh sekali dari posisi normal. Karena Juni 2019 lalu jumlah wisman yang datang lewat Soekarno Hatta adalah 190 ribu, sekarang ini baru 9,1 ribu,” jelasnya.

Sedangkan sebelum pandemi Covid-19, BPS menyebutkan Bandara I Gusti Ngurah Rai menerima 2.839.196 kunjungan wisman selama periode Januari-Juni 2019. Apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan turis asing ke Bandara Soetta pada periode yang sama tahun 2019, bandara itu dikunjungi 1.128.969 orang.

Dari angka 160.300 wisman yang mengunjungi Indonesia pada Juni 2020, sebanyak 51,5 persen atau 82.500 berasal dari Timor Leste. Kemudian dari Malaysia sebanyak 39,2 persen atau 62.800, Tiongkok sebanyak 1,3 persen atau 2.100, dan negara lainnya 8,1 persen atau 13.000.

“Kalau dilihat perubahan kunjungan wisman year-on-year, semua masih negatif. Meski kalau dilihat bulanan, dibandingkan Mei 2020, ada kenaikan. Misal dari Perancis 155,56 persen. Dari Meksiko naik 66,67 persen. Demikian dari Selandia Baru 66,67 persen. Ada pergerakan tapi posisi masih jauh dari normal. Masih perlu upaya keras untuk tarik wisman ke Indonesia,” tutup Suhariyanto.