Kunjungan Turis Asing via Bandara Soetta Turun 94% Sepanjang Januari 2021

JAKARTA – Kunjungan ke Indonesia sepanjang bulan Januari 2021 ternyata masih belum menggembirakan. Penurunan tercatat dialami semua jalur masuk, termasuk pintu masuk udara atau . Penurunan tertinggi terjadi di I Gusti Ngurah Rai, diikuti Internasional , dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik - majalah.tempo.co

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik – majalah.tempo.co

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan asing ke Indonesia via jalur udara pada awal tahun 2021 turun sebesar 92,69 persen dibandingkan Desember 2020. Penurunan tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai sebesar 98,43 persen, disusul Bandara Soekarno-Hatta yang turun 94,34 persen dan Bandara Kualanamu Medan sebesar 85,19 persen.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan asing melalui pintu masuk laut turun sebesar 85,9 persen, dari 313,54 ribu kunjungan pada Januari 2020 menjadi 44,33 ribu kunjungan pada Januari 2021. Namun, apabila dibandingkan kedatangan turis asing pada Desember 2020, angka ini cuma menurun tipis sebesar 0,56 persen. Persentase penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Uban, Kepulauan Riau, diikuti Pelabuhan Tanjung Benoa di Bali.

“Dari jumlah wisatawan asing ini, berdasarkan moda transportasi, bisa kita lihat bahwa mayoritas atau 68 persen datang lewat darat dan 44,2 persen datang melalui laut,” terang Kepala BPS, Suhariyanto. “Jumlah wisatawan mancanegara mengalami penurunan karena kondisi pandemi Covid-19 membawa dampak langsung ke sektor pariwisata dan berbagai sektor pendukung.”

Turis asing yang datang ke Tanah Air sepanjang Januari 2021 paling banyak berasal dari Timor Leste, dengan jumlah sebesar 75,14 ribu kunjungan atau 53,19 persen. Kemudian, diikuti wisatawan asal Malaysia sebesar 48,30 ribu kunjungan atau 34,21 persen, Papua Nugini sebesar 3,44 ribu kunjungan atau 2,43 persen, Belanda sebesar 3,00 ribu kunjungan atau 2,12 persen, dan Singapura sebanyak 2,35 ribu kunjungan atau 1,66 persen.

“Kalau dilihat pergerakan angka wisatawan asing ini, jauh dari menggembirakan dan tampaknya sektor pariwisata masih akan membutuhkan waktu yang panjang untuk melakukan recovery,” sambung Suhariyanto. “Upaya recovery tergantung dari penanganan Covid-19, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.”