Segera Beroperasi, Koridor Empat BRT Tangerang Layani Rute Bandara Soetta

Pada awal tahun 2021 ini, Dinas Perhubungan Kota Tangerang akan segera mengoperasikan koridor empat BRT Kota Tangerang, hampir bersamaan dengan peluncuran kota Si Benteng. Koridor empat BRT ini akan melayani perjalanan rute Cadas hingga M1 Internasional .

Koridor Empat BRT Tangerang Layani Rute Bandara – poskota.co

“Untuk , masih sama Rp2.000, jauh dekat, dengan metode non-tunai,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar. “Jadi, masyarakat daerah rute Cadas-M1 nanti sudah bisa memanfaatkan BRT untuk aktivitas sehari-hari. Semoga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas karena masyarakat beralih ke umum.”

Wahyudi menambahkan, koridor empat ini memiliki 10 unit BRT yang secara SOP, nantinya hanya sembilan unit yang beroperasi dan satu unit menjadi cadangan. Dibanding BRT koridor sebelumnya, BRT koridor empat memiliki beberapa yang berbeda. “BRT koridor empat memiliki televisi, bangku berbahan busa, serta interior yang lebih ramah untuk lansia,” lanjut Wahyudi.

Melayani rute Cadas-Bandara Soekarno-Hatta, koridor empat BRT ini nantinya akan berhenti di sejumlah titik pemberhentian, seperti Hermina Periuk, Perempatan Cadas, Pintu Air 10, Aeropolis, Kantor Kelurahan Koang Jaya, dan Jalan Batu Sangego. Menurut rencana, Pemerintah Kota Tangerang juga akan mengoperasikan dua koridor lanjutan, yakni lima dan enam, dengan rute Poris Plawad-Bandara Soekarno-Hatta dan lingkar dalam kota.

Di saat yang hampir bersamaan, dioperasikan pula angkutan kota Si Benteng. Puluhan angkot tersebut didesain dengan menarik, yang diharapkan bisa menggaet masyarakat agar beralih menggunakan transportasi publik. Desain eksterior bergaya retro, membuat Si Benteng terlihat berbeda dibandingkan dengan angkot pada umumnya. Perpaduan warna yang ada pada bodi memberi kesan elegan, mulai dari warna kalem seperti cokelat dan cream, hingga warna cerah seperti biru dan oranye.

“Si Benteng beroperasi sejak diresmikan pada tanggal 10 Januari 2021. Namun, yang akan dioperasikan belum keseluruhan unit lantaran masih ada belasan angkot Si Benteng yang masih dalam proses penguningan plat,” papar Wahyudi. “Sembari penyelesaian penguningan plat, kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dengan memberikan gratis bagi mereka yang ingin memanfaatkan angkot tersebut.”