Angkasa Pura II & AirNav Bersinergi Modernisasi Penerbangan

Jakarta – PT (Persero) dan Perum Lembaga Penyelenggara Navigasi Indonesia (AirNav Indonesia) menjalin kerja sama dalam modernisasi sektor nasional. Kedua lembaga ini berkolaborasi dengan mensinergikan Airport Collaborative Decision Making (ACDM) dan Air Traffic Flow Management (ATFM) ke dalam satu platform mobile yang diberi nama Pocket ACDM.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II - bisnisjakarta.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II – bisnisjakarta.co.id

AP II kini telah mengoperasikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang dilengkapi dengan teknologi terbaru. Operasional AOCC tersebut diperkuat dengan penerapan Airport Collaborative Decision Making (ACDM) sebagai yang mewadahi kerja sama berbasis informasi dari seluruh stakeholder, meliputi operator , , ground handling, air traffic services, dan mitra pendukung lainnya.

Lewat ACDM, stakeholder bisa lebih mudah berkoordinasi sesuai kondisi real time untuk menentukan penggunaan check-in counter, boarding lounge, gate keberangkatan, garbarata, gate kedatangan, baggage conveyor belt, perlengkapan di apron, dan lain sebagainya.

Sedangkan AirNav Indonesia selaku pengelola tunggal layanan navigasi penerbangan di Tanah Air mengoperasikan Indonesia Modern Air Navigation System (IMANS) yang didukung oleh Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mendukung efisiensi penerbangan, khususnya di bandara serta memastikan terpenuhinya estimated time departure (ETD) dan estimated time arrival (ETA).

Menurut Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, sinergi ACDM dan ATFM tersebut merupakan upaya dalam mengakselerasi modernisasi pengelolaan bandar udara dan penerbangan. “ sinergi ACDM dan ATFM untuk dapat diakses di Pocket ACDM tengah dijalankan oleh AP II dan AirNav Indonesia. Pada 15 September 2021, kami menyerahkan Dokumen Manual ACDM ke AirNav Indonesia untuk dikaji dan dibahas supaya sinergi dapat berjalan lancar. Penerapan sinergi untuk tahap pertama dilakukan di Bandara yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia,” ucap Awaluddin, Kamis (16/9), seperti dilansir Tangerangonline.

Dokumen Manual ACDM telah diserahkan oleh AP II ke AirNav pada Rabu (15/9) lalu. Dokumen yang diserahkan terdiri dari Dokumen Implementation Manual, Dokumen Implementation Guidelines dan Dokumen Implementation Procedures.

“Sinergi ACDM dan ATFM menciptakan pengaturan terintegrasi di terminal penumpang dan di sisi udara berdasarkan data-data yang diinformasikan oleh setiap stakeholder. Tujuannya, untuk mencapai efisiensi operasional, ketepatan waktu penerbangan [on-time performance/OTP], dan yang tidak kalah penting adalah stakeholder bisa melakukan prediktabilitas guna memperkirakan dan mengantisipasi operasional yang akan datang sehingga memastikan segala sesuatunya berjalan lancar,” terang Awaluddin.

Sejalan dengan hal tersebut, daya saing sektor penerbangan nasional diharapkan bisa lebih meningkat. “Competitiveness sektor penerbangan nasional di tingkat global semakin baik dengan semakin memenuhi standar global, dan ini menjadi modal dalam mendukung perekonomian Indonesia,” pungkasnya.