Angkasa Pura II Targetkan Angkutan Kargo Meningkat pada Juli 2020

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II menargetkan kenaikan volume sebesar 5% pada bulan Juli 2020 dibandingkan Juli 2019 lalu. Sedangkan kargo pada bulan Juni tahun ini mengalami peningkatan sebesar 3% bila dibandingkan Juni tahun lalu.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin – investor.id

“Volume kargo Juli berharap tumbuh lima persen dibanding tahun lalu,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Jumat (17/7), seperti dilansir Republika. Awaluddin menjelaskan, kargo tahun ini mengalami peningkatan lantaran dipengaruhi oleh adanya pandemi virus corona (Covid-19) di mana distribusi logistik tak boleh berhenti dan tetap harus beroperasi dibanding dengan pergerakan .

“Gambaran umum, kami pernah capai tonase kargo di AP II menembus 900 ribu ton per tahun. Kalau angka ini bisa kita jaga di luar konteks penerbangan mengangkut orang karena masih butuh waktu sampai kapan,” jelas Awaluddin.

Di samping itu, Awaluddin mengharapkan kargo dapat semakin tumbuh pada Juli 2020 seiring dengan adanya Hari Raya Idul Adha di mana pengiriman logistik diprediksi makin banyak. Terlebih jenis barang yang diangkut pun semakin beragam tak hanya terbatas pada kargo umum (general cargo), tetapi juga barang yang mudah hancur atau perishable goods. “Pengiriman barang yang cukup tinggi juga karena di-trigger (didorong) dari pergerakan e-commerce,” beber Awaluddin.

Akan tetapi, Awaluddin mengungkapkan bahwa kini ada 102 yang menganggur di Bandara Internasional , Tangerang, Banten. Apabila ratusan tersebut kembali dioperasikan, maka pergerakan logistik di Bandara Soetta akan bangkit, mengingat barang-barang itu masih menumpang di perut pesawat (aircraft belly) yang mengangkut penumpang.

“Kalau itu bisa bergerak cepat, kargo tadi juga ikut. Sebagian besar kargo menumpang di armada pesawat penumpang. Di Indonesia belum banyak ‘freighter’ kargo di udara,” sambung Awaluddin.

Awaluddin pun memperkirakan bahwa industri penerbangan di Indonesia baru dapat pulih di pertengahan tahun 2021 depan. Sedangkan secara global bisnis penerbangan diprediksi pulih pada pertengahan 2023. “Untuk internasional traffic itu baru bisa recovery sekitar pertengahan 2023 atau paling cepat akhir 2022. Itu untuk internasional,” papar Awaluddin.

“Bicara Indonesia, sedikit berbeda seperti , itu adalah domestic hub dan sebagai domestic hub berarti traffic-nya sangat tinggi dan kalau kita lihat paling tidak pertengahan tahun depan sudah bisa recovery seperti tahun lalu,” tandasnya.