April 2022, Jumlah Penumpang Pesawat Domestik Turun 4,53%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan untuk mengalami penurunan sebesar 4,53 persen dari 3,94 juta orang menjadi 3,76 juta orang pada April 2022 apabila dilihat secara tahunan atau year on year (yoy).

Margo Yuwono, Kepala BPS - www.limapagi.id

Margo Yuwono, Kepala BPS – www.limapagi.id

Walau demikian, Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan bahwa jumlah penumpang untuk penerbangan domestik pada April 2022 naik 34,87 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Pada April 2021, jumlah penumpang pesawat domestik hanya sebesar 2,79 juta orang. “Jumlah penumpang angkutan udara domestik 3,76 juta pada April 2022, turun 4,53 persen secara bulanan,” jelas Margo, Kamis (2/6), seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Margo menuturkan, penurunan jumlah penumpang domestik pada bulan April 2022 lalu disebabkan oleh ibadah puasa. Masyarakat memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama bulan Ramadan. “Jadi, penurunan penumpang domestik karena masyarakat tidak melakukan perjalanan saat puasa,” papar Margo.

Sementara itu, jumlah penumpang pesawat luar negeri (internasional) mengalami peningkatan sebesar 55,77 persen menjadi 292,7 ribu orang. Selama periode Januari sampai April 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 14,5 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 666,2 ribu orang, masing-masing naik sebesar 49,59 persen dan 296,78 persen dari periode yang sama tahun 2021 lalu.

Kemudian, jumlah penumpang kapal laut naik 4,11 persen dari 1,32 juta orang pada Maret 2022 menjadi 1,37 juta orang pada April 2022. Kenaikan juga terjadi apabila dibandingkan dengan bulan April 2021 lalu yang hanya 1,34 juta penumpang. Selain transportasi laut, jumlah penumpang kereta api mencapai 19,63 juta orang pada April 2022, naik 32,05 persen secara tahunan dan juga naik 0,98 persen secara bulanan.

Lebih lanjut Margo mengungkapkan, tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel klasifikasi bintang turun 10,92 poin secara bulanan dan turun 0,4 poin secara tahunan jadi 34,23 persen pada April 2022. Rinciannya, TPK hotel klasifikasi bintang di Kalimantan Timur mencapai 51,3 persen, DKI Jakarta 45,83 persen, Kalimantan Tengah 42,64 persen, Bali 18,98 persen, Sulawesi Barat 17,12 persen, dan Nusa Tenggara Barat sebanyak 15,27 persen.