Jelang Libur Idul Adha, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Mulai Ramai

Tangerang – Pada H-3 Hari Raya Idul Adha, terpantau mulai ramai di Internasional , Tangerang, Banten. Mayoritas domestik tersebut melakukan perjalanan untuk berlibur atau pulang ke kampung halamannya.

Ilustrasi : Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta – detik.com

Walaupun menerapkan aturan baru di masa PPKM Darurat ini bahwa penumpang pesawat wajib sudah divaksin minimal dosis pertama dan melampirkan negatif PCR, rupanya tetap banyak penumpang yang memakai moda udara untuk melakukan perjalanan. Sejumlah penumpang terpantau antre di meja validasi, di mana selama masa pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali ini pengguna moda udara diharuskan menunjukkan bukti vaksin (minimal dosis pertama) dan juga dokumen kesehatan PCR.

Menurut data office in charge Bandara Soekarno-Hatta, pergerakan penumpang mulai mengalami peningkatan. Apabila pada hari Jumat (16/7) jumlah penumpang pesawat ada 14.000 orang, maka pada hari ini Sabtu (17/7) jumlah penumpang pesawat di Bandara mencapai 15.260 orang atau naik 9 persen, sedangkan pergerakan pesawat hanya 233 pesawat.

Menurut salah seorang penumpang Batik Air bernama Zaira, ia memanfaatkan panjang Idul Adha ini untuk berlibur ke Labuan Bajo bersama teman. “Mumpung pada Idul Adha dan lumayan panjang, bisa ke Labuan Bajo,” kata Zaira, Sabtu (17/7), seperti dilansir RRI. Ia pun mengaku tak mempermasalahkan aturan baru mengenai kewajiban pelaku perjalanan dalam negeri untuk divaksin dan menyertakan dokumen kesehatan PCR selama tujuannya untuk kesehatan.

Penumpang lain bernama Nur Hayati juga sependapat. Ia mengaku akan pulang ke Jambi untuk merayakan Idul Adha. Terkait kewajiban vaksin dan dokumen kesehatan PCR, ia pun menyambut baik hal tersebut guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan telah mengatur ketentuan perjalanan selama libur Hari Raya Idul Adha. Adapun inti aturan itu adalah pelaku perjalanan antar-kota hanya untuk yang mempunyai keperluan di sektor esensial, kritikal, serta pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak.

Keperluan mendesak yang dimaksud meliputi pasien dengan kondisi sakit keras dan ibu hamil bisa melakukan perjalanan antar kota dengan didampingi 1 orang anggota keluarga. Berikutnya adalah wanita yang akan melahirkan boleh melakukan perjalanan dengan didampingi maksimal 2 orang, serta pengantar jenazah non-COVID jumlah pengantar maksimal 5 orang. “Ini berlaku untuk perjalanan moda transportasi laut, darat, dan kereta api, dan juga berlaku untuk kendaraan pribadi,” ujar Adita, Sabtu (17/7).