Januari-Februari 2015, Garuda Merugi Rp 20,8 M

–Dua bulan pertama pada , PT (Persero) Tbk masih mengalami kerugian sekitar USD 1,6 juta atau sekitar Rp 20,8 miliar. Pada Januari 2015, perseroan membukukan net income negatif USD 2,8 juta. Pada Februari 2015, perseroan berhasil membukukan keuntungan USD 1,2 juta. Sehingga, Garuda masih rugi USD 1,6 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan bahwa membaiknya kinerja perseroan pada awal 2015 tersebut tidak terlepas dari keberhasilan BUMN penerbangan itu melaksanakan program quantum leap yang menjadikan meraih predikat Bintang Lima (5-Star Airline).

“Berbagai capaian Garuda Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk dapat bersaing di level internasional,” katanya di Jakarta kemarin (20/3).

Arif menjelaskan bahwa pada periode Januari 2015, Garuda Indonesia mengangkut 1,87 juta penumpang atau mengalami pertumbuhan 15,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 dengan 1,63 juta penumpang. Pada Februari 2015, penumpang yang diangkut berjumlah 1,72 juta orang atau meningkat 10,8 persen dari periode yang sama pada 2014.garuda-merugi

Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, pada Januari 2015, perusahaan membukukan pendapatan USD 269,8 juta atau mengalami pertumbuhan 19,3 persen jika dibandingkan Januari 2014 sebesar USD 226,1 juta. Pada Februari 2015, Garuda membukukan pendapatan USD 233,8 juta atau naik 13,6 persen jika dibandingkan dengan Februari 2014 sebesar USD 205,9 juta.

Sementara itu, untuk mengantisipasi pelemahan rupiah, Garuda telah menggandeng bank untuk kerja sama lindung nilai melalui transaksi cross currency swap atas obligasi rupiah ke dolar AS senilai total Rp 1 triliun. (pur/c1/jay/jpnn)