INA & Angkasa Pura II Kerja Sama Kembangkan Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – Indonesia Investment Authority (INA) dan II (Persero) bekerja sama untuk mengembangkan , Tangerang, Banten. Kedua perusahaan ini menandatangani 2 perjanjian pendahuluan terkait kemitraan strategis pengelolaan dan pengembangan Soetta serta Cargo Village Soetta, dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan keunggulan kompetitif Indonesia.

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II - ekbis.rmol.co

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II – ekbis.rmol.co

“Melalui kemitraan strategis dengan Angkasa Pura II maka INA menghadirkan manajemen dan praktik kelas dunia terbaik. Bandara Soekarno-Hatta dapat memberikan terbaik sesuai dengan best practice global, merealisasikan seluruh potensinya, serta menjadi kunci penggerak sektor logistik udara di Indonesia,” ucap Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah, Selasa (12/10), seperti dilansir Antara.

Kemitraan strategis dengan Angkasa Pura II ini sejalan dengan fokus investasi INA di sejumlah sektor utama, seperti bandara, pelabuhan, jalan tol, kawasan industri, digital infrastruktur, layanan kesehatan, dan energi terbarukan. Dengan adanya bandar udara dan manajemen kargo yang mumpuni diharapkan bisa meningkatkan daya saing Indonesia di sektor logistik udara. Apalagi karena kemitraan strategis ini memastikan seluruh aset eksisting dan yang akan dibangun di Bandara Soetta tetap sepenuhnya dimiliki oleh AP II.

Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, kemitraan strategis dengan INA dapat secara cepat meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta di tingkat regional dan global. Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta yang dilengkapi dengan state of the art technology akan menandakan dimulainya era baru dan modern dalam pelayanan kargo udara di Indonesia akan dapat diakselerasi implementasinya.

“Kemitraan strategis ini juga mendatangkan manfaat 3E bagi AP II dan Bandara Soekarno-Hatta yakni expansion the traffic, expertise sharing, dan equity partnership. Dampak positifnya, Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dapat menjaga dan meningkatkan kontribusi sektor angkutan udara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” beber Awaluddin.

Awaluddin mengatakan, cargo village Bandara Soekarno-Hatta bertujuan mengakomodasi dan mengantisipasi tumbuhnya pasar angkutan kargo udara di Indonesia yang juga dipengaruhi pesatnya pertumbuhan e-commerce. Pengembangan akan dilakukan di atas lahan 90 hektare atau 3 kali lipat dari terminal kargo eksisting saat ini. Kapasitas cargo village nantinya diharapkan mampu menangani 1,5 juta hingga 2,2 juta ton kargo per tahun.