Usung Konsep NEXT Airport 4.0, Digitalisasi Bandara Angkasa Pura II Capai 60%

Jakarta – PT (Persero) berupaya untuk secara berkelanjutan mengimplementasikan dalam rangka mendukung aspek , , , dan di seluruh yang berada di bawah pengelolaannya.

Teknologi pemantau online bernama Airport Infrastructure Control Center di Bandara – www.liputan6.com

“Saat ini implementasi digitalisasi di bandara-bandara AP II sudah sekitar 50% hingga 60% untuk aspek pelayanan dan operasional,” ungkap Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, Sabtu (28/8), seperti dilansir Beritasatu. Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, implementasi teknologi ini sejalan dengan transformasi digital berkonsep New Experience Through (X) Technology Airport 4.0 atau NEXT Airport 4.0.

“Bandara berkonsep Next Airport 4.0 adalah bandara masa depan yang selalu mengikuti perkembangan dan mengadopsi teknologi terkini,” papar Awaluddin. Menurutnya, implementasi digitalisasi diharapkan dapat meningkat secara cepat. “Pasalnya, kini AP II telah memiliki sumber daya dan infrastruktur digital yang mendukung,” jelas Awaluddin.

Seiring dengan transformasi digital tersebut, Angkasa Pura II mengembangkan sebuah model, yaitu Digitally Ready for Operational and Infostructure Development (DROID) Model sebagai tulang punggung penerapan Next Airport 4.0.

Lewat DROID Model, Angkasa Pura mengenalkan 3 platform mobile, antara lain aplikasi Travelin untuk layanan kepada (customer experience/CX), lalu aplikasi iPerform untuk operasional (operational excellent/OX), dan Pocket Airport Collaborative Decision Making (ACDM) sebagai aplikasi untuk kolaborasi antar stakeholder bandara (ecosystem exploration/EX).

Penerapan ketiga platform tersebut rupanya memberikan dampak yang positif untuk AP II. Misalnya saja aplikasi Travelin yang berkontribusi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan/traveler berdasarkan Airport Service Quality Survey (ASQ Survey) yang digelar Airport Council International (ACI), dari angka 4.87 pada 2019 kemudian melesat mendekati nilai sempurna di 4,98 (dari skala 5) pada 2020.

Selain itu, iPerform juga dapat menghemat beban pegawai AP II mencapai Rp90 miliar pada semester I/2021 dibandingkan dengan bujet (RKAP 2021), sejalan dengan sejumlah pekerjaan pegawai yang bisa dilakukan lewat iPerform sehingga mobilitas fisik karyawan berkurang.

Terakhir, penerapan ACDM di tengah pandemi Covid-19 dapat membantu Bandara Internasional tetap beroperasi dengan baik selama 24 jam. “Penerapan teknologi dan penggunaan 3 platform mobile menjadikan pengelolaan bandara-bandara AP II efisien, optimal dan tangguh di setiap kondisi termasuk dalam merespons tantangan pandemi global COVID-19,” tandas Awaluddin.