Terbang dari Bandara Soetta, Citilink Buka Tiga Rute ke Indonesia Timur

JAKARTA – Mengawali September 2021, Indonesia membuka tiga rute baru yang menghubungkan dengan Indonesia bagian timur. Maskapai tersebut resmi terbang ke Palu, Ambon, dan Palangkaraya mulai tanggal 2 September 2021 kemarin, dengan mulai Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan sekali jalan.

Maskapai Citilink Bandara Internasional Soekarno-Hatta - wartakota.tribunnews.com

Maskapai Citilink Bandara Internasional Soekarno-Hatta – wartakota.tribunnews.com

“Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Palu, Ambon, dan Palangkaraya beroperasi setiap hari dengan menggunakan jenis Airbus A320,” papar Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra. “Rute terbaru Citilink ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan jasa transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat dan juga membantu kelancaran distribusi logistik, khususnya di timur Indonesia.”

Juliandra melanjutkan, dibukanya rute baru tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya akselerasi pemulihan ekonomi daerah yang terkena dampak pandemi Covid-19. Tidak hanya menghubungkan kota-kota tersebut dengan Jakarta, penerbangan ini juga terhubung dengan kota-kota perekonomian di Indonesia lainnya, seperti Surabaya, Medan, Denpasar, dan Makassar.

Mengenai tarif pesawat, Juliandra mengatakan bahwa untuk rute Jakarta ke Palangkaraya, harga tiket pesawat dipatok sebesar Rp558 ribu, sedangkan tarif rute Jakarta-Palu sebesar Rp741 ribu dan harga tiket pesawat Jakarta-Ambon sebesar Rp1,08 juta. “Tarif tersebut dapat dicek langsung di website resmi kami karena sudah kami publish,” imbuh Juliandra.

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, Citilink mengimbau untuk selalu memperhatikan dan memenuhi ketentuan dokumen perjalanan yang dibutuhkan untuk daerah yang akan dituju serta tetap menerapkan dan mematuhi protokol yang ketat selama berada di area bandara maupun ketika berada di pesawat.

“Citilink senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasional penerbangan dengan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” sambung Juliandra. “Ini untuk memastikan seluruh penerbangan berjalan secara optimal dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanan bagi seluruh pelanggan.”