Terus Naik, Bandara Soetta Layani 120 Ribu Penumpang per Hari

JAKARTA – Meski udara dikabarkan naik, tidak membuat masyarakat Indonesia enggan bepergian melalui jalur udara. Bertepatan dengan momen liburan sekolah, di terpantau mengalami kenaikan menjadi rata-rata 120 ribu orang per hari pada bulan Juni 2022.

Penumpang memakai masker di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta - travel.kompas.com

Penumpang memakai masker di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta – travel.kompas.com

“Jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada Juni 2022 rata-rata sekitar 120 ribu orang per hari atau meningkat dibandingkan dengan Desember 2021 yang sekitar 80 ribu orang per hari,” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dilansir dari Republika. “Adanya peningkatan penumpang ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata.”

Ia menambahkan, seiring dengan kenaikan jumlah penumpang, rute-rute sebelumnya yang sempat off imbas pandemi virus corona, saat ini mulai muncul dan bangkit kembali untuk melakukan penerbangan. Hal tersebut berdampak pada pemulihan penerbangan, dengan recovery rate penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dikatakan sudah menyentuh angka 85 persen.

“Recovery rate di Bandara Soekarno-Hatta sendiri sudah 85 persen, tetapi kalau dengan bandar udara di luar Soekarno-Hatta, secara keseluruhan di sekitar 60 persen. Jadi, kita berharap ini terus membaik bukan hanya melihat dari aspek-aspek tertentu saja,” sambung Awaluddin. “Jadi, kami pun menghidupkan kembali festival budaya sebagai promosi kesenian atau pariwisata.”

Pada hari Minggu (26/6) kemarin, memang digelar parade budaya yang bertempat di area boarding lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Penumpang domestik maupun mancanegara yang baru mendarat di aula kedatangan disambut sejumlah tari-tarian tradisional. Beberapa yang ditampilkan seperti Tari Sigeh Pengunten dari Lampung, Tari Kancet Papatai dari Kalimantan Timur, Tari Topeng dan alat musik Angklung dari Jawa Barat, Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan, dan Tari Cakalele dari Maluku.

“Parade budaya di Bandara Soekarno-Hatta tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan budaya bangsa, sekaligus juga memberikan nilai tambah bagi pelayanan di bandara,” terang Menteri BUMN, Erick Thohir. “Terus kita dorong airport kita menjadi etalase kebudayaan, kesenian, dan musik Indonesia. Kita punya kebudayaan yang luar biasa, musik yang luar biasa. Kita sebagai bangsa punya kultur, punya karakter. Ini yang kita jaga.”