Bandara Soekarno-Hatta Bakal Bangun 30 Titik Pengisian Daya Mobil Listrik

Jakarta – Pihak manajemen , Tangerang, Banten kini sedang menjajaki pembangunan pengisian daya baterai listrik untuk umum di wilayah Soekarno-Hatta.

Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta - jakarta.tribunnews.com

Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta – jakarta.tribunnews.com

“Saat ini tengah dijajaki kemungkinan agar Bandara Soekarno-Hatta memiliki sekitar 30 titik pengisian kendaraan listrik yang bisa digunakan untuk umum,” ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Rabu (29/1), seperti dilansir Tempo.

Fasilitas tersebut rencananya bakal dibangun guna memenuhi keinginan perseroan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Bandara Soetta. “Bukan sekedar pemakaian mobil listrik saja tetapi juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap,” imbuh Agus.

Sebagai informasi, sebelumnya PT Angkasa Pura (AP) II dan PT PLN (Persero) sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Lewat kerja sama tersebut, kelak seluruh bandar udara yang dikelola AP II akan menyediakan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bersama PLN. Selain itu, konsep pemakaian sumber energi baru dan terbarukan di bandara-bandara AP II juga bisa diimplementasikan.

Bahkan di Bandara Soetta pun kini telah memakai beragam alat berbasis listrik seperti Skytrain, KA (kereta) Bandara, skuter GrabWheels, Segway, Boogie Car, dan Baggage Towing Tractor yang digunakan di sisi udara (air side). AP II pun sebelumnya telah menghadirkan layanan publik berbasis listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, ia ingin Bandara Soetta menjadi pionir dan terdepan dalam hal penggunaan kendaraan listrik di sektor pelayanan publik. Pihak AP II bersama Blue Bird dan Grab pun memilih Bandara Soetta sebagai lokasi pertama di Indonesia yang mengoperasikan armada mobil listrik sebagai moda transportasi umum untuk mengangkut para penumpang.

Kemudian PT AP II berupaya untuk menyediakan stasiun pengisian mobil listrik tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. “Kami berharap ekosistem ini dapat semakin berkembang. Kami percaya kampanye penggunaan mobil listrik ini akan efektif sehingga mendukung pemerintah yang menargetkan 2 juta populasi mobil listrik di Indonesia pada 2025,” jelas Awaluddin.