Bandara Soekarno Hatta segera Dilengkapi Pembangkit Listrik 60MW

Tangerang – PT Angkasa Pura II (AP II) berencana melengkapi dengan sebuah power plant atau pembangkit listrik berkapasitas 60 Mega Watt. Untuk mewujudkannya, AP II telah menggandeng PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Gas Negara (PGN) untuk bekerjasama membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) tersebut.

budi karya sumadi - bisnis.liputan6.com

budi karya sumadi – bisnis.liputan6.com

Nantinya, listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) itu akan digunakan untuk memasok kebutuhan listrik di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

“Kita bangun dengan Wika dan PGN,” kata Budi Karya Sumadi, Direktur PT Angkasa Pura II, kemarin (12/4).

Menurut keterangan Budi, ketiga perusahaan terkait baik AP II, Wika, dan PGN telah menandatangani noyta kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai rencananya power plant ini.

“Sekarang lagi studi, ya mungkin 1-2 bulan ini lah. Kita harapkan satu tahun sudah jadi karena lahan sudah ada,” paparnya.

Pembangunan PLTG ini disebut-sebut bakal menyedot dana di kisaran Rp 800-900 miliar. AP II berperan sebagai penyandang dana terbesar, sedangkan PGN akan memasok gas sebagai sumber energi pada pembangkit berkapasitas 60 MW tersebut.

“Kita mayoritas, yaitu 51 persen,”” ungkap Budi.

Meski tergolong besar, seluruh energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan digunakan sepenuhnya untuk memasok kebutuhan Bandara Soekarno-Hatta. Budi menegaskan, pihaknya tidak berencana menjual pasokan listrik tersebut.

“Kebutuhan kita juga sudah besar, jadi seluruhnya kita pakai,” pungkasnya.