Polisi Sediakan Kios Masker Gratis di Area Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – Polresta menyediakan kios atau kantong-kantong masker tiga lapis di sejumlah titik keramaian. Upaya ini dilakukan guna mencegah penularan (Covid-19) sekaligus agar masyarakat selalu menerapkan protokol .

Penumpang memakai masker di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta - travel.kompas.com

Penumpang memakai masker di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta – travel.kompas.com

Menurut Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, pengadaan kios atau booth masker gratis tersebut adalah salah satu usaha supaya masyarakat konsisten memakai masker ketika beraktivitas sekaligus menggelorakan Bandara Soekarno-Hatta bermasker.

“Jadi pada kegiatan salat Jumat ini kita membuat semacam booth atau ATM masker agar masyarakat tetap di masa pandemi ini konsisten untuk terus menggunakan masker sebagai prokes yang harus dilakukan,” ujar Kapolres di Masjid Nurul Barkah area perkantoran Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (5/3), seperti dilansir Liputan6.

Selain di di halaman Masjid Nurul Barkah area perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, kios masker gratis tersebut juga tersedia di Polsubsektor Terminal 1, Terminal 2 Domestik, Terminal 3 Internasional, Terminal Kargo dan kawasan Soewarna. Apabila nantinya ketersediaan masker sudah habis, akan ada petugas yang berkeliling untuk mengisi ulang masker tersebut. 

Pada hari tertentu juga disiapkan kios masker mobile di Masjid Nurul Barkah Bandara Soekarno-Hatta. “Ini ditempatkan di Polsubsektor, kemudian karena hari ini hari Jumat kita letakkan di beberapa masjid di Bandara Soekarno-Hatta ini,” imbuh Adi.

Pembagian masker secara mobile itu dilakukan sejak Jumat (5/2) siang. Bahkan kabarnya pembagian masker dilakukan oleh petugas kepolisian yang beragama non-Muslim. Hal ini rupanya untuk menunjukkan moderasi beragama pada masyarakat. “Petugas Polri yang mengawaki kegiatan di masjid pada lingkungan Bandara Soetta adalah yang beragama nasrani dan Hindu,” jelas Adi.

Kapolres juga mengimbau masyarakat supaya mengganti maskernya setiap 4-5 jam. Dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, masyarakat dapat secara konsisten melindungi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.