Bandara Soekarno-Hatta Kini Sediakan eMoped, Kendaraan Listrik Roda Tiga

JAKARTA – tidak main-main dalam mewujudkan yang ramah lingkungan dengan menerapkan konsep eco-green airport di seluruh yang dikelola perseroan. Pada awal tahun 2022 ini, mereka memperkuat ekosistem listrik dengan menyediakan sepeda motor ringan roda tiga berbasis listrik (eMoped) di Bandara Internasional .

Sepeda motor ringan roda tiga berbasis listrik (eMoped) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.liputan6.com

“eMoped merupakan alat baru di Bandara Soekarno-Hatta berbasis sharing yang disiapkan Voy, bisa digunakan secara bergantian oleh umum, siapa saja,” papar EGM of Adjacent Business PT , Yado Yarismano, dilansir dari Antara. “Operasionalnya sendiri didukung melalui aplikasi, mulai dari pengaktifan hingga monitoring penggunaan. Alat berbasis sharing dengan teknologi informasi ini mendukung penerapan smart airport di Bandara Soekarno-Hatta.”

Yado menambahkan, saat ini juga telah ditetapkan stasiun eMoped di Bandara Soekarno-Hatta sebagai titik awal dan akhir penggunaan kendaraan listrik tersebut, yakni di kawasan Transit Oriented Development (TOD), area perkantoran, dan kargo. Dalam waktu dekat, menyusul akan dibuka pula stasiun di area 3.

“Keberadaan eMoped ini fokus utamanya adalah membantu mobilitas pekerja atau komunitas di Bandara Soekarno-Hatta sehingga kami menetapkan tiga jalur eMoped, yaitu area TOD-perkantoran-terminal kargo,” sambung Yado. “Sebagian pekerja datang ke bandara melalui TOD yang berada di area belakang bandara, kemudian menuju area perkantoran, terminal kargo, serta Terminal 3. Kini, mereka bisa memanfaatkan eMoped yang juga mendukung physical distancing di tengah pandemi ini.”

Selain itu, eMoped juga bisa dipakai oleh masyarakat umum yang ingin mencoba menggunakan kendaraan listrik di area bandara. Jarak antara stasiun dengan menggunakan eMoped berkisar 3 sampai 5 km, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari satu stasiun ke satu stasiun lainnya. “Melalui eMoped ini, kami berharap penggunaan kendaraan bermotor konvensional di dalam kawasan Bandara Soekarno-Hatta dapat berkurang,” pungkas Yado.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, memaparkan bahwa pihaknya memang telah memiliki rencana induk penerapan konsep eco-green airport guna memastikan keseimbangan antara aktivitas operasional kebandarudaraan dengan keberlanjutan. Pengurangan emisi gas karbon di lingkungan bandara adalah salah satu fokus perseroan.