Genjot Pariwisata Nasional, Angkasa Pura II Diskon PSC 20% untuk 10 Destinasi

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II menawarkan insentif berupa passenger service charge () sebesar 20% di semua bandar udara yang dikelola oleh pihak perseroan. PSC ini adalah bagian dari program Kebijakan Insentif Transportasi Udara yang digagas oleh pemerintah untuk 10 destinasi Indonesia, meliputi Batam, Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Danau Toba, Bintan, dan Belitung.

AP II memberikan diskon Passenger Service Charge (PSC) 20 % di seluruh bandara yang dikelola perseroan

AP II memberikan diskon Passenger Service Charge (PSC) 20 % di seluruh bandara yang dikelola perseroan – investor.id

Diskon PSC sebesar 20% ini berlaku untuk 25% kapasitas kursi pada periode mulai tanggal 1 Maret sampai 31 Mei 2020 untuk rute dari dan ke 10 destinasi wisata tersebut. Menurut Direktur Utama Muhammad Awaluddin, PSC adalah salah satu komponen , sehingga dengan adanya diskon PSC pun secara otomatis akan berdampak pada turunnya pesawat.

“Ada sebanyak 14 bandara PT terkoneksi dengan 10 destinasi wisata tersebut. Di sisi lain, sebanyak 3 bandara PT juga merupakan bagian dari 10 destinasi wisata itu yakni Bandara Raja Haji Fisabilillah di Bintan, Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung dan Bandara Silangit di Danau Toba. Sehingga, total ada 17 bandara PT yang memberikan insentif diskon PSC sebesar 20%,” papar Awaluddin, seperti dilansir Tangerangonline.

Dari 17 bandara yang dikelola AP II tersebut ada sekitar 20 ribu penerbangan yang melayani penerbangan di 10 destinasi wisata. Kapasitas tempat duduk dari 20 ribu penerbangan tersebut mencapai sekitar 3,5 juta kursi dan yang dialokasikan untuk memperoleh diskon PSC 20% jumlahnya 1 juta kursi atau 25% dari total kapasitas.

“Tingkat keterisian penumpang [load factor] maskapai saat ini 60-70%, sehingga dengan melalui insentif diskon PSC yang diberikan ini, kami targetkan load factor maskapai kami harapkan akan naik menjadi 90%,” jelas Awaluddin.

Kebijakan insentif transportasi yang digagas oleh pemerintah sendiri dilakukan guna menggairahkan sektor nasional di tengah merebaknya virus corona di sejumlah negara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa kebijakan ini sesuai dengan rapat terbatas yang diselenggarakan 2 kali dan dipimpin Presiden Joko Widodo.

“Insentif untuk tiket pesawat berasal dari dana tunai yang disiapkan pemerintah, lalu insentif jasa penumpang dari AP I dan AP II, jasa navigasi dari Airnav dan bahan bakar pesawat (avtur) dari Pertamina. Kita berharap dengan diberikannya insentif ini akan menggairahkan sektor pariwisata,” tandas Budi, Sabtu (29/2).