Jumlah Penumpang di Bandara Angkasa Pura II Turun 91% Selama Larangan Mudik

Jakarta (AP) II mencatatkan penurunan hingga 91 persen selama periode larangan tanggal 6-17 Mei 2021 di 19 bandara kelolaannya. Adapun penumpang di seluruh bandar udara yang dikelola AP II rata-rata hanya 5.000 orang per hari.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II - bisnisjakarta.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II – bisnisjakarta.co.id

“Jumlah ini, sangat berbanding jauh sebelum adanya larangan mudik Lebaran 2021 yang jumlah penumpangnya di seluruh bandara Angkasa Pura II mencapai 40.000 hingga 90.000 orang per hari,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Selasa (18/5), seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, jumlah pergerakan pesawat di seluruh bandara Angkasa Pura II juga turun drastis hingga 71% selama periode peniadaan mudik Lebaran. Menurut Awaluddin, pelaksanaan larangan mudik Lebaran di bandara-bandara Angkasa Pura II telah berlangsung dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Seluruh prosedur, mulai dari pengecekan dokumen perjalanan hingga protokol kesehatan diterapkan dengan baik dan lancar,” papar Awaluddin.

Para penumpang pesawat yang melakukan perjalanan di bandara-bandara Angkasa Pura II, termasuk Bandara Soekarno-Hatta pun rupanya hanya masyarakat yang dikecualikan saja dengan keperluan mendesak. Sedangkan untuk saat ini, AP II fokus mengawal ketentuan pengetatan perjalanan rute domestik pada periode 18-24 Mei 2021. Tiap bandara AP II pun melakukan penyesuaian level operasional guna memastikan prosedur berjalan baik.

“Pada periode peniadaan mudik 6-17 Mei, lalu lintas penerbangan jelas rendah. Setelah itu, penerbangan mulai merangkak naik, dan ini salah satu faktor yang membuat bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional,” beber Awaluddin.

Pemerintah juga sudah menetapkan periode pengetatan perjalanan pada 18-24 Mei. Oleh sebab itu, mulai 18 Mei, masing-masing bandara AP II melakukan penyesuaian level operasional. Mayoritas, level operasional dinaikkan satu tingkat lebih tinggi menjadi level Slowdown Operation, dibandingkan dengan sebelumnya yakni Minimum Operation pada periode peniadaan mudik tanggal 6-17 Mei.

“Ini untuk memastikan bandara AP II siap mengantisipasi lalu lintas penerbangan agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan baik. Setiap bandara dapat menetapkan level operasional masing-masing, apakah Normal, Slowdown, atau Minimum, untuk menciptakan resilient operation, agility operation, dan lean operation guna menghadapi tantangan COVID-19 dan tetap menjaga konektivitas udara Indonesia,” imbuh Awaluddin.