ANRI & AP II Pamerkan Arsip Foto Transportasi Udara Indonesia di Bandara Soetta

Banten – Dalam rangka merayakan Hari Perhubungan Nasional 2016, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerjasama dengan PT Angkasa Pura (AP) II untuk menggelar Pameran Arsip Udara di Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada Rabu (21/9) kemarin.

pameran foto arsip nasional - www.merdeka.com

pameran foto arsip nasional – www.merdeka.com

Arsip transportasi yang dipamerkan di T3 adalah Seulawah hasil sumbangan rakyat Aceh, Lapangan Udara Kemayoran, Halim Perdanakusuma, dan Bandara yang diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1985 silam. Ada juga potret Bandara Darmo di Semarang tahun 1930 yang penampilannya mirip seperti rumah.

Turut dipamerkan juga pembuatan pesawat terbang Gelatik oleh PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) tahun 1976 di Bandung yang dipimpin langsung oleh BJ Habibie yang kala itu menjadi Menteri Negara Riset dan periode 1978-1998, serta sejumlah foto lapangan udara yang ada di beberapa wilayah Indonesia.

Kepala ANRI Mustari Irawan menuturkan jika arsip yang mereka pamerkan tersebut menggambarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi di masa tersebut. “Ada sebanyak 40 foto yang dipamerkan. Foto yang paling lama itu di tahun 1930 ketika Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. pesawat-pesawat zaman dulu itu masih menggunakan baling-baling,” ujarnya di Terminal 3.

Selain menampilkan arsip berupa foto, ANRI juga menayangkan arsip dalam bentuk film. Mereka berharap lewat pameran tersebut bisa jadi sarana edukasi dan contoh yang baik untuk kota dan para warga.

“Kita juga harapkan kerjasama dengan AP II tetap berlanjut, sehingga kita bisa memamerkan arsip ini bandara-bandara lain,” katanya.

Sedangkan Direktur Pelayanan dan PT AP 2, Ituk Heriandri berharap agar pameran arsip nasional tersebut bisa memberikan pembelajaran terkait sejarah bandara dan pesawat di Tanah Air sambil menghibur para penumpang pesawat yang tengah menantikan jadwal penerbangan mereka.

“Foto yang dipasang ini benar-benar langka, tidak ada yang punya jadi harus dilestarikan dan dijaga,” tandasnya.