Angkasa Pura II Lakukan Efisiensi, Bandara Soekarno-Hatta Kini Terasa Lebih Panas

Jakarta – Area Terminal 1, 2, dan 3, baik kedatangan atau keberangkatan di , Tangerang, Banten saat ini dinilai terasa gerah atau lebih panas dari biasanya. Rupanya hal ini berkaitan dengan upaya efisiensi yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura (AP) II selaku pihak pengelola Bandara Soetta. Perseroan juga mengeluarkan alokasi belanja modal untuk fokus pada keberlanjutan operasional.

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II - deladeni.com

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT – deladeni.com

“Kami juga melakukan ‘capex disbursement’ di mana yang dilakukan kami disburse kembali untuk fokus pada operasional yang mandatory,” kata VP Corporate Communication Angkasa Pura II, Yado Yarismano, Selasa (8/6), seperti dilansir RRI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, BUMN pengelola 18 bandar udara ini mencatatkan kerugian sebesar Rp2,4 triliun berdasarkan laporan keuangan tahun 2020. Padahal tahun sebelumnya, Angkasa Pura II berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,01 triliun. Pendapatan Angkasa Pura II anjlok jadi Rp5,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil meraih pendapatan senilai Rp11,08 triliun.

Penurunan kinerja tersebut diikuti beban utang jangka pendek perusahaan yang meningkat jadi Rp6,78 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,33 triliun. Angkasa Pura II merinci, pendapatan aeronautika anjlok sebesar 62,97% menjadi Rp2,17 triliun dari tahun sebelumnya Rp5,76 triliun. Pendapatan non-aeronautika juga anjlok menjadi Rp3,67 triliun dari perolehan sebelumnya di angka Rp5,32 triliun.

Angkasa Pura II juga membukukan penurunan beban pegawai menjadi Rp1,68 triliun dari sebelumnya Rp2,23 triliun. Beban operasional bandar udara pun turun jadi Rp4,43 triliun dari angka sebelumnya Rp5,18 triliun. Di sisi lain, pada pos beban keuangan terjadi peningkatan dari sebelumnya sebesar Rp795,85 miliar menjadi Rp1,13 triliun.

Hingga tanggal 31 Desember 2020, total aset Angkasa Pura II mengalami kenaikan jadi Rp44,43 triliun dari posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp43,99 triliun. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas yang mengalami kenaikan menjadi Rp23,11 triliun dari posisi Desember 2019 senilai Rp19,55 triliun. Sementara itu, ekuitas perseroan turun menjadi Rp21,31 triliun dari angka sebelumnya Rp24,44 triliun.