Angkasa Pura II Andalkan Aplikasi iPerform untuk WFH Selama PPKM Darurat

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) terus melakukan sejumlah transformasi untuk menjadi yang siap menerapkan digitalisasi (digitally-ready enterprise) pada lini pelayanan dan operasional. Adapun platform terintegrasi yang dirilis adalah DROID (Digitally Ready for Operation and Infrastructure Development).

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II - ekbis.rmol.co

Muhammad Awaluddin, Direktur Angkasa Pura II – ekbis.rmol.co

Dalam DROID mencakup 3 aplikasi, yakni Travelin, iPerform dan juga Pocket Airport Collaborative Decision Making (A-CDM). Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dari ketiga aplikasi dalam DROID, iPerform mempunyai peran vital dalam menjaga operasional menjadi perusahaan berbasis digital. “iPerform sendiri digunakan oleh sekitar 6.000 karyawan setiap hari. pada aplikasi iPerform didesain agar karyawan dapat bekerja secara remote working,” papar Awaluddin, Senin (12/7), seperti dilansir Tribunnews.

Awaluddin menambahkan, melalui aplikasi iPerform Angkasa Pura II bisa menghadapi pandemi Covid-19 termasuk di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mengharuskan para pekerja untuk menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan melakukan penyesuaian operasional bandar udara.

“Selain itu, iPerform juga memiliki fitur Smart Airport Dashboard untuk memantau layanan dan yang menampilkan data seperti layanan bagasi, utilitas conveyor belt dan ketepatan waktu pengiriman bagasi dari pesawat ke baggage claim area,” sambung Awaluddin.

Adapun fitur Smart Airport Dashboard bisa menampilkan data utilisasi konter check-in, sehingga bandara Angkasa Pura II mampu menjaga agar waktu tunggu traveler di baris antrean maksimal kurang dari 30 menit dan waktu proses di meja check-in kurang dari 2 menit 30 detik. “Waktu tunggu di baris antrean dan proses di meja check-in selalu dimonitor untuk diupayakan memenuhi standar terbaik, karena titik ini sangat vital untuk menciptakan seamless journey experience bagi traveler,” terang Awaluddin.

Selain itu, pada iPerform juga menampilkan data untuk memonitor operational excellence, seperti misalnya data real time penggunaan parking stand. “Secara langsung kami dapat mengetahui utilisasi parking stand dan ini sangat berguna terlebih di Bandara yang memiliki sangat banyak lokasi parkir pesawat,” kata Awaluddin.

Aplikasi iPerform juga mendukung AP II dalam melakukan pengaturan SDM dengan adanya fitur FIERA (Field Service Management) untuk optimalisasi personel yang bertugas di bandara. “Melalui digitalisasi lewat iPerform, karyawan AP II dapat bekerja remote dan lebih ringkas, serta sangat membantu di tengah PPKM Darurat sehingga kami dapat menerapkan kebijakan WFH 75% untuk back office,” pungkasnya.