Verifikasi Sidik Jari & Stempel Paspor Calon Jemaah Haji Bakal Dilakukan di Bandara Soetta?

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menjajaki kerjasama verifikasi sidik jari dan stempel paspor jemaah haji. Titik verifikasi dan stempel paspor pada 20% calon jemaah haji (calhaj) Indonesia diperkirakan akan dilaksanakan di Jakarta.

Nizar Ali, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama - hajiumrahnews.com

Nizar Ali, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama – hajiumrahnews.com

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali mengungkapkan jika Jakarta akan menjadi percontohan verifikasi dan stempel tersebut. “Kita lakukan di Jakarta. Ini untuk memudahkan jemaah haji Indonesia verifikasi dan memindai sidik jari di sana (Arab Saudi) agar tidak berjam-jam,” kata Nizar Ali di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (27/5), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Nizar menuturkan jika layanan ini nantinya akan dilakukan di , Tangerang, Banten. Akan tetapi, hingga kini Kemenag masih menanti jawaban dari PT Angkasa Pura (AP) II selaku pihak pengelola terkait ketersediaan tempat di Soetta. “Kita nunggu Angkasa Pura, ada enggak space untuk itu,” jelas Nizar.

Menurut Nizar, Bandara Soetta dipilih sebagai tempat uji coba sistem terbaru tersebut karena pelayanannya dinilai sudah memadai. “Jakarta punya bandara dengan pelayanan besar,” beber Nizar. Walau demikian, proyek percontohan ini masih menanti kesepakatan antara pihak Kemenag dengan PT AP II selaku pengelola Bandara Soetta. “Keputusannya lima hari mendatang,” sambung Nizar.

Pada tahun 2018 ini Kemenag melakukan perekaman biometric dan fingerprint di 13 embarkasi pemberangkatan jemaah haji. Prosedur tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memangkas waktu tunggu di imigrasi Arab Saudi. “Dengan pemeriksaan biometrik di Tanah Air, hanya perlu dua jam saja,” kata Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam.

Kerajaan Arab Saudi (KSA) sendiri dilaporkan menawarkan 2 pelayanan pada Kemenag untuk membantu calhaj asal Indonesia. Yang pertama adalah perekaman data biometrik pada 100% calhaj di 18 embarkasi, sedangkan yang kedua adalah layanan verifikasi dan stempel paspor pada 20% calhaj Indonesia. Namun karena baru sebagai percontohan, layanan kedua baru dapat diterapkan pada 20% dari 225.100 jumlah kuota haji Indonesia.