Toko & Restoran di Bandara Soekarno-Hatta Buka Kembali

Jakarta – Usai ditutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran pandemi (Covid-19), kini sejumlah tenant dan restoran di , Tangerang, Banten sudah kembali buka mulai Selasa (16/6) lalu. Meski demikian, setiap tenant yang buka di Soetta diwajibkan memenuhi protokol kesehatan.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - www.merdeka.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – www.merdeka.com

“Di Soekarno-Hatta dan bandara-bandara perseroan lainnya, tenant ritel dan F&B sudah mulai kembali membuka . Tenant komersial harus memenuhi ketentuan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Selasa (16/6), seperti dilansir dari Kompas.

Protokol kesehatan yang diterapkan, antara lain melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di area tenant, wajib memakai masker bagi karyawan tenant, dan memonitor kesehatan karyawan tenant. “Bagi pengunjung bandara dan penumpang pesawat, ada baiknya memperhatikan tips berikut ketika berbelanja makanan dan minuman atau produk lainnya di area komersial Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ungkap Awaluddin.

Pertama, utamakan aspek kebersihan dan kesehatan. Pengunjung bandara wajib memakai masker saat ada di salah satu tenant dan memakai hand sanitizer usai menyentuh barang-barang. “Kedua transaksi secara cashless,” bebernya. Pengunjung dianjurkan bertransaksi non-tunai menggunakan dompet digital, uang elektronik, kartu debit, atau kartu kredit.

Kemudian, calon penumpang pesawat juga harus memperhitungkan apakah dirinya masih mempunyai waktu yang cukup untuk berbelanja. “Saat ini aspek kebersihan dan kesehatan dikedepankan, sehingga mungkin membutuhkan waktu lebih untuk memproses segalanya di tenant komersial misalnya dalam hal pembayaran dilakukan secara cashless, serta lalu lalang di dalam tenant juga tidak bebas seperti halnya dalam keadaan normal,” tutur Awaluddin.

Keempat, pengunjung diminta memilih take away saat memesan makanan di restoran. Makanan yang telah dipesan untuk take away dapat dinikmati di kursi yang tersedia di boarding lounge atau area lain yang mempunyai simbol physical distancing.

Kelima, pengunjung dan karyawan tenant harus memerhatikan physical distancing dan tak memasuki area tenant secara bergerombol. “Begitu juga antrean saat proses transaksi harus menerapkan physical distancing sedikitnya dengan jarak 2 meter. Di restoran, meja untuk makan sudah diatur sedemikian rupa sehingga mengutamakan konsep physical distancing,” ujarnya.

Lalu, pengunjung disarankan untuk tidak memakai langsung barang yang baru dibeli dan sebaiknya dibersihkan dengan cairan disinfektan. “Tujuh, pastikan barang atau makanan dan minuman yang ingin dibeli sebelum tiba di bandara,” tandasnya.