PSBB Tangerang Diperpanjang, TOD dan Skytrain Bandara Soetta Belum Beroperasi

TANGERANG – Pihak ternyata belum membuka layanan kalayang atau dan Gedung Transit Oriented Development (TOD) M1. Ini karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang kembali diperpanjang hingga dua minggu ke depan atau sampai tanggal 26 Juli 2020 dalam rangka percepatan penanggulangan COVID-19.

Layanan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta - thetravelearn.com

Layanan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta – thetravelearn.com

“Penghentian sementara layanan kalayang dan penutupan sementara Gedung TOD serta area M1 diperpanjang, mengikuti pelaksanaan PSBB di Kabupaten dan Kota Tangerang,” ujar Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang. “Penutupan sementara Gedung TOD dan layanan kalayang tersebut merupakan bentuk dukungan perseroan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan memperhatikan physical distancing.”

Dengan kebijakan tersebut, operasional shuttle bus untuk sementara ini masih tetap hanya untuk melayani pengguna antar-terminal penumpang menggantikan kalayang, dengan tetap memperhatikan physical distancing. Namun, pengendara sepeda motor yang sebelumnya harus memarkirkan kendaraan mereka di area TOD M1, dapat langsung menuju ke terminal atau akses lain yang telah disediakan.

Dalam masa new normal, Febri menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan beberapa penyesuaian fasilitas untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Langkah yang dilakukan antara lain pemasangan tombol kaki untuk pengoperasian lift di Terminal 2 dan Terminal 3, penggunaan pembatas acrylic pada konter check in maskapai, dan juga pemasangan UV Sterilizer di travellator di dalam gedung Terminal 3 untuk menghilangkan virus, bakteri, dan kuman di handrail.

Secara terpisah, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, membenarkan bahwa penerapan PSBB di Kabupaten Tangerang memang kembali diperpanjang. Ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Provinsi Banten. “Namun, pelaksanaan PSBB kali ini terdapat beberapa kelonggaran di dalam penerapannya,” ujar Zaki.

Sementara itu, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah, menuturkan, dalam dua pekan terakhir ini, di Banten sudah menunjukkan angka yang signifikan ke arah yang lebih baik. Provinsi tersebut telah terbebas dari zona merah dan saat ini berada di zona kuning. “Masih ada penularan, tetapi tidak sebanyak sebelumnya,” ungkap Arief.