Tingkatkan Okupansi, Waktu Tempuh KA Bandara Soetta Bakal Dipangkas

TANGERANG – Untuk lebih memberikan kenyamanan kepada para sekaligus meningkatkan okupansi, waktu tempuh Internasional dari Sudirman Baru (BNI City) akan dipangkas menjadi 38 menit. Sebelumnya, ketika resmi beroperasi pada awal tahun 2018 kemarin, durasi waktu yang dibutuhkan angkutan tersebut sekitar 55 menit untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Penumpang berada di dalam kereta Bandara Soekarno-Hatta di stasiun Sudirman Baru, Jakarta - liputan6.com

Penumpang berada di dalam kereta Bandara Soekarno-Hatta di stasiun Sudirman Baru, Jakarta – liputan6.com

“Keberadaan kereta Bandara Soekarno-Hatta ternyata sangat baik dan animo masyarakat yang menggunakan angkutan ini juga cukup banyak, sehingga kereta perlu ditingkatkan,” papar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kepada pers, Sabtu (3/2) kemarin. “Jika kemarin waktu tempuhnya 55 menit, dalam waktu dekat ini akan dipangkas menjadi 38 menit.”

Budi menambahkan, pemangkasan waktu tempuh tersebut diupayakan dalam rangka menarik lebih banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi baru ke Bandara Soekarno-Hatta tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, tingkat okupansi kereta yang dioperasikan oleh PT Railink itu memang masih cukup rendah.

“Selain pemangkasan waktu tempuh, waktu tunggu kereta bandara juga akan dikurangi,” sambung Budi. “Dan, kami juga akan mengintensifkan keberangkatan dari Stasiun Batu Ceper ke Bandara Soekarno-Hatta. Karena, banyak sekali pekerja yang bisa diangkut, sehingga nanti bisa berkurang banyak dan mengurangi traffic di jalan raya.”

Kereta Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah mulai beroperasi sejak tanggal 2 Januari 2018 lalu, yang kala itu diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, kereta ini melakukan uji coba dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) mulai tanggal 26 Desember 2017 dengan tarif promo sebesar Rp30 ribu per penumpang.

Untuk tahap awal, kereta bandara tersebut masih melayani tiga , yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Ke depannya, angkutan transportasi ini juga diharapkan dapat melayani penumpang di Stasiun Manggarai dan Stasiun Duri yang hingga sekarang masih dalam tahap perbaikan.