Tingkatkan Layanan, AP II Revitalisasi Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta

TANGERANG – PT Angkasa Pura II berencana untuk melakukan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2 guna meningkatkan layanan kepada penumpang. Namun, revitalisasi tersebut akan dilakukan setelah perpindahan dari Terminal 2 ke rampung, atau minimal pada kuartal keempat tahun 2018.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin - subali.org

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin – subali.org

“Tahun ini, setelah seluruh penerbangan internasional dipindahkan dari Terminal 2, akan dilakukan revitalisasi,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, seperti dikutip Kompas. “Kami sendiri berharap revitalisasi sudah bisa dimulai pada kuartal keempat, di samping Terminal 1 juga dilakukan revitalisasi.”

Salah satu program revitalisasi yang bakal dilakukan adalah memperbanyak ruang tunggu penumpang. Nantinya, satu terminal Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan bisa menampung hingga 18 juta penumpang. Sementara, nilai proyek revitalisasi untuk satu terminal bisa mencapai Rp1 triliun. “Revitalisasi terminal tidak akan mengganggu operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta,” timpal Direktur Teknik dan Operasi PT Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo.

“Jadi, nanti jumlah ruang tunggu akan diperbanyak, ruang check-in akan diperluas, kemudian penggunaannya tidak dedicated per ruang tunggu, tetapi common use,” sambung Djoko. “Jadi, nantinya penumpang bisa melakukan boarding pass di pintu maja saja, jadi tinggal diatur operasionalnya sehingga kapasitas (penumpang) bisa naik.”

Selain melakukan revitalisasi terminal, di Bandara Soekarno-Hatta juga akan dibangun runway 3 yang ditargetkan bisa dimulai pada akhir bulan Februari mendatang. Untuk pembangunan landasan pacu tersebut, PT Angkasa Pura II telah melakukan pembebasan lahan seluas 90 hektar dari total 216 hektar lahan yang dibutuhkan.

Pembebasan lahan sendiri diperkirakan akan menghabiskan anggaran tak kurang dari Rp4 triliun, yang didapatkan dari alokasi penyertaan modal negara (PMN). Sementara, konstruksi runway akan menelan biaya sekitar Rp1,9 triliun, yang pembiayaannya berasal dari kas perseroan. Konstruksi diharapkan bakal selesai dalam waktu kerja selama 18 bulan atau kurang lebih satu setengah tahun.

Pembangunan runway ketiga dilakukan untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat mencapai 114 pergerakan per jam. Selain itu, penambahan runway ini juga merupakan salah satu langkah antisipasi untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang yang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai di atas 100 juta penumpang.