Tiket Kereta Bandara Soetta Digratiskan Sampai Akhir Tahun 2017

Jakarta – PT Indonesia (KAI) kini tengah berupaya untuk segera merampungkan kereta . Pihak KAI menargetkan soft operation KA Soetta dimulai pada bulan Desember 2017 depan.

Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo - m.suarajatimpost.com

Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo – m.suarajatimpost.com

Pembangunan prasaran KA Bandara Soetta ditargetkan selesai pada 25 November 2017 dan akan segera dilakukan uji coba dalam waktu dekat. “Kita selesaikan 25 November ini, nanti soft operation belum komersial,” ungkap Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo di Jakarta, Rabu (22/11), seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut Didiek mengungkapkan bahwa selama masa soft operation, kereta api Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan digratiskan, sehingga masyarakat umum yang hendak mencoba fasilitas baru ini tak perlu mengeluarkan sepeser pun sebelum kereta beroperasi secara normal pada awal tahun 2018. “Kita akan lakukan seperti itu (tarif gratis). Bisa sebulan sampai akhir tahun,” jelas Didiek.

Hingga kini pihak PT KAI dan PT Railink selaku anak perusahaan PT KAI dan PT Angkasa Pura (AP) II masih mengkaji tarif kereta Bandara Soetta. Menurut Didiek nantinya tarif KA Bandara Soetta justru akan lebih murah dibandingkan taksi yang biasa menuju Bandara Soetta, yakni berada pada kisaran harga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu. “Belum ditetapkan tapi kajiannya antara Rp 75-100 ribu. Sekarang kalau kita naik taksi tuh dari bandara (Soetta) ke sini kan di atas Rp 100 ribu,” ucap Didiek.

Kelak kereta api Bandara Soetta akan beroperasi menggunakan 2 jalur, yakni Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batuceper – Bandara Soetta, kemudian jalur kedua adalah Stasiun Jakartakota – Kampung Bandan – Duri – Batuceper – Bandara Soetta. Dari segi pembangunan prasarana, progres pembangunan KA Bandara Soetta sudah sampai tahap akhir, yaitu penyediaan jalur di Stasiun Batuceper ke Bandara Soetta. Akan tetapi KAI masih harus melakukan sinkronisasi slot dengan KRL.

KA Bandara Soetta direncanakan beroperasi 80 kali pergi pulang (PP) dalam sehari. Ketika jam sibuk, kereta akan disediakan setiap 15 menit di tiap stasiun, namun ketika jam lengang maka kereta beroperasi setiap 30 menit. “Kita melihat bahwa di saat- saat tertentu kemacetan bandara luar biasa. Sehingga kepastian waktunya menjadi tidak bisa kita pegang. Dengan kereta bandara ini harapannya menjadi moda alternatif transportasi bagi masyarakat untuk melancarkan kegiatan,” tandas Didiek.