Tiket di Kertajati Mahal, Penumpang Pilih Terbang dari Bandara Soetta

JAKARTA/BANDUNG – Mulai awal Juli 2019 kemarin, sejumlah dari dan menuju Bandung telah dipindahkan dari Husein Sastranegara ke Internasional Jawa Barat atau Kertajati. Namun, penumpang ternyata lebih memilih terbang dari Internasional karena di Bandara Kertajati lebih mahal.

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta - www.rappler.com

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.rappler.com

Dilansir Kontan, hal tersebut terlihat dari kenaikan trafik penumpang shuttle bus yang melayani rute Bandung ke Bandara Soekarno-Hatta. Meski sebelumnya sempat turun karena harga tiket pesawat melambung, tetapi ketika penerbangan dari Bandung beralih ke Bandara Kertajati di Majalengka, jumlah penumpang shuttle bus ke Bandara Soekarno-Hatta berbalik meningkat.

“Dulu, penumpang shuttle bus Bandung-Jakarta sempat drop karena tiket pesawat naik, tetapi sekarang naiknya sudah lebih dari 150 persen,” ujar pemilik biro perjalanan Jackal Holidays, Rudi Ardijanto Arifin. “Kenaikan ini terjadi karena penumpang lebih memilih terbang dari Jakarta daripada Majalengka. Pasalnya, harga tiket pesawat dari Bandara Kertajai dianggap lebih mahal daripada di Cengkareng.”

Di samping itu, perbedaan waktu tempuh antara Bandung-Bandara Soekarno-Hatta dan Bandung-Bandara Kertajai juga tidak terlalu jauh karena untuk menuju ke Bandara Kertajati harus memutar melewati Purwakarta terlebih dahulu. Dalam hitungan normal, rute Bandung-Bandara Soekarno-Hatta bisa ditempuh dalam waktu 3 sampai 4 jam, sama halnya dengan rute Bandung-Bandara Kertajati.

“Namun, meski kami sudah mengantongi izin untuk membuka layanan shuttle bus Bandung ke Bandara Kertajati, kami belum berminat mengoperasikan rute tersebut,” sambung Rudi. “Karena, ketika bus Damri memberikan layanan gratis selama satu tahun, akan sulit bagi kami untuk bersaing di pasar tersebut. Kami sendiri jual tiket Bandung-Bandara Soekarno-Hatta Rp130.000 sekali jalan.”

Memang, sejak Bandara Kertajati beroperasi, layanan bus Damri laris manis karena tidak mematok tarif alias gratis. Sejak tanggal 1 Juli hingga 14 Juli kemarin, pihak Damri mengaku telah mengangkut 11 ribu penumpang dari Bandung menuju Kertajati. Dalam satu hari perjalanan, belasan armada bus bisa mengangkut lebih dari 1.000 penumpang.