Terminal 3 Bandara Soetta Dilengkapi Fasilitas Internet Kecepatan 50 Mbps

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Soekarno Hatta tampaknya ingin memanjakan para yang berada di Soetta. Sebagai pintu gerbang , pihak AP II ingin menyediakan koneksi yang cepat untuk para wisatawan.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin - www.josstoday.com

Direktur Utama , Muhammad Awaluddin – www.josstoday.com

“Kita sudah tetapkan standar bandwith speed untuk semua WiFi yang ada di Terminal 3 tidak boleh di bawah 50 Mbps. Tak ada kata tak bisa, saya sudah bicara dengan semua pihak terkait soal ini,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Dengan menggaet mitra, AP II mempersiapkan WiFi berkecepatan kencang ini di Terminal 3 domestik sebanyak 100 access point dan akan dilanjutkan ke T3 untuk penerbangan internasional.

“Target diluncurkan memang bulan ini. Sebenarnya sekarang sudah bisa dinikmati, tetapi kami belum umumkan. Soalnya kita mau semua stabil dulu agar antara janji dan kenyataan itu tegak lurus,” kata Awaluddin, Selasa (4/10).

“Kalau Terminal 3 sudah beres semua, saya akan lanjutkan ke Terminal 1 dan 2 di . Kita maunya, pintu gerbang Indonesia untuk jalur udara ini terbaik di sisi kenyamanan bagi wisatawan,” paparnya.

Ketika beberapa kali dilakukan uji coba pada akses internet lewat access point, ternyata kecepatan yang didapat cukup memuaskan. “Beberapa kali tembus di atas 80 Mbps. Tetapi ini bisa saja yang akses terbatas. Makanya kita mau simulasi kalau satu access point diakses mencapai batasnya, kita mau stabil di 50 Mbps,” ujar Awaluddin.

Ia menambahkan bahwa para penumpang akan menilai WiFi sebagai salah satu standar saat bepergian ke bandara. “Kalau Anda ke luar negeri pasti cari WiFi kan? Itu sudah bukan pelengkap lagi, tetapi kebutuhan pengguna. Internet kan sekarang sudah kebutuhan utama di rumah tangga selain listrik dan air,” ungkapnya.

Selain mempersiapkan teknis layanan WiFi di Terminal 3 Ultimate Soetta, pihak AP II juga sedang mematangkan paket pemasaran layanan tersebut. “Kita lagi lihat benchmark di bandara-bandara luar negeri mana yang bagus. Prinsipnya cepat akses, mudah akses, dan transparan,” tandasnya.