Tarif Rp100 Ribu, Damri Layani Rute Sukabumi-Bandara Soetta

SUKABUMI – Mulai Senin (24/9) kemarin, mengoperasikan mereka untuk Sukabumi menuju PP. Warga Sukabumi dan sekitarnya yang hendak menuju Bandara dengan bus ini, akan dikenakan dengan Rp100 ribu per penumpang untuk sekali jalan, yang disesuaikan dengan pelayanan dan jarak.

Damri resmi mengoperasikan bus rute Sukabumi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta - nusantara.rmol.co

Damri resmi mengoperasikan bus rute Sukabumi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta – nusantara.rmol.co

“Bus Damri jurusan Sukabumi-Bandara Soekarno-Hatta tersebut pertama kali ada di wilayah Sukabumi,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman, dilansir Republika. “Sebenarnya, sudah lama masyarakat setempat menginginkan trayek bus tersebut, tetapi baru bisa kami realisasikan sekarang.”

Peluncuran bus Damri rute Sukabumi-Bandara Soekarno-Hatta tersebut dilakukan di halaman parkir Kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi pada Senin pagi. Bus Damri menurut rencana akan melayani rute ini lima kali keberangkatan, dari mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Sementara, keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 08.00 WIB hingga 19.00 WIB.

“Penumpang akan dikenakan tarif Rp100 ribu per orang. Tarif itu jauh lebih murah daripada armada lainnya, apalagi dengan fasilitas yang lengkap serta nyaman,” timpal Direktur Keuangan Perum Damri, Sri Purwanto. “Kami berharap, layanan bus Damri ini dapat mengurangi kemacetan karena para pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke bus dengan fasilitas eksekutif.”

Damri sendiri menyediakan lima armada bus untuk melayani rute tersebut, dengan masing-masing bus mampu menampung maksimal 40 penumpang. Warga yang hendak bepergian bisa mengakses bus di pool Damri yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Sanusi, Sukabumi, dengan rute Jalan KH Ahmad Sanusi, Jalan Lingkar Selatan, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Ciawi, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Sedyatomo, dan finish di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami melayani pemberangkatan setiap dua jam sekali. Saat ini pembayaran memang masih cash, mungkin ke depannya akan memakai sistem non-tunai,” sambung Sri. “Tarif yang lebih murah dibanding armada lainnya, apalagi dengan fasilitas yang lebih lengkap dan lebih nyaman. Lalu lintas juga tidak akan terlalu macet. Kalau kurang, nanti bus akan kami tambah lagi. Yang jelas, sudah mulai beroperasi.”