Tambah Trainset, Kapasitas Angkut Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Meningkat

TANGERANG – PT Angkasa Pura II terus meningkatkan dan di . Paling baru, perusahaan tersebut resmi menambah jumlah trainset kereta layang (skytrain) Bandara dari semula tiga menjadi enam trainset. Dengan demikian, kapasitas angkut kereta tersebut otomatis meningkat, dari 176 menjadi 352 .

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) - solo.tribunnews.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) – solo.tribunnews.com

“Penambahan trainset ini sudah sesuai target perusahaan untuk meningkatkan daya angkut skytrain yang makin hari makin diminati penumpang, baik penumpang domestik maupun penumpang internasional,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin. “Sesuai target awal kami bahwa penambahan kapasitas trainset kami laksanakan pada pertengahan Agustus.”

Untuk semakin memberikan kenyamanan bagi penumpang, Awaluddin melanjutkan, headway atau jarak waktu antar-skytrain pun bakal dipercepat oleh perusahaan. Saat ini, sistem pengoperasian skytrain Bandara Soekarno-Hatta masih dioperasikan dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dengan headway sekitar 15 menit, namun dengan hanya butuh 1 menit untuk menurunkan atau menaikkan penumpang.

“Tentu saja kami terus melakukan pengkajian serta evaluasi untuk sistem skytrain ini dan keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama kami,” sambung Awaluddin. “Target kami sendiri, di akhir 2018 mendatang, headway skytrain akan menjadi lima menit.”

Saat ini, perusahaan sedang melakukan perbaikan jalur kereta B skytrain yang berlangsung mulai tanggal 25 Agustus sampai 28 Agustus mendatang. Ini merupakan persiapan metode baru pengoperasian kereta layang tersebut, sebagai langkah penyesuaian dengan bertambahnya trainset, yang akhirnya berdampak pada penambahan kapasitas dan headway.

Nantinya, gerbong kereta layang akan melalui jalur 1 atau track A dari Terminal 1 dan Terminal 3. Di jalur 2 atau track B, skytrain bergerak dari Terminal 1 ke integrated building dan integrated building ke Terminal 3 bolak-balik. “Sebelumnya, dari Terminal 1 ke Terminal 3, dan bolak-balik balik ke Terminal 3 ke Terminal 1,” jelas Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano.