Susul Grab, Gojek Juga Bakal Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta berbasis online, Gojek dalam waktu dekat ini juga akan menyusul langkah Grab untuk beroperasi secara di Internasional Soekarno-Hatta. Seperti diketahui, baru Grab saja yang dinyatakan terdaftar dan melayani secara legal di Bandara Soetta, Tangerang, Banten belum lama ini.

pendiri Gojek, Nadiem Makarim - www.sepositif.com

pendiri Gojek, Nadiem Makarim – www.sepositif.com

“Ya pasti menyusul-lah,” ujar pendiri Gojek, Nadiem Makarim di Istana Negara, Rabu (25/10), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Nadiem mengaku bahwa kini pihak Gojek masih mengecek izin dan berbagai kelengkapan yang dibutuhkan untuk menyiapkan operasional Go-Car di Bandara Soetta. “Iya saya harus cek dulu, sepertinya sudah,” kata Nadiem. Saat ditanyai perihal keperluannya bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Nadiem memutuskan untuk bungkam dan langsung menuju pintu luar.

Belum lama ini Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol) telah meresmikan kerjasama di bidang transportasi dengan Grab Indonesia. Melalui kerjasama tersebut dapat memberikan kemudahan bagi para penumpang di Bandara Soetta yang hendak mencari transportasi. Penumpang bisa memesan Grabcar lewat titik penjemputan resmi Grab. Setidaknya terdapat 7 titik penjemputan yang akan disiapkan secara bertahap dan lokasinya disebar di 3 terminal yang ada di Bandara Soetta.

“Tujuan utama kehadiran kami adalah menjadi badan hukum yang memfasilitasi pemesanan transportasi berbasis online. Kerja sama strategis ini contoh baik dan dapat menjadi tolak ukur bagi kehadiran pemesanan transportasi berbasis online di lokasi-lokasi fasilitas umum di Indonesia,” beber Kepala Divisi Transportasi Inkoppol Irjen Pol Mudji Waluyo, Selasa (24/10).

Ditemui secara terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sangat mengapresiasi langkah penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi yang bekerjasama dengan pelaku di lapangan seperti Grab yang bekerjasama dengan Inkoppol. “Saya yang paling apresiasi apa yg dilakukan bandara antara Grab dan Inkoppol. Jadi artinya satu sisi masyarakat bisa merasakan secara legal di sana,” ujar Budi Karya.

Budi sendiri sebelumnya telah meminta 3 penyedia jasa transportasi online untuk berdiskusi dengan tim atau pemain di lapangan. “Supaya masyarakat itu bisa menerima suatu kerukunan,” jelas Budi. Di samping itu, komunikasi di antara pihak-pihak terkait juga dapat menciptakan suatu iklim tarif yang kompetitif antara taksi online dengan taksi reguler. “Sama-sama, ada suatu ruang atau playing fit yang sama dibuat oleh AP II di sana,” tandasnya.