Kenalkan Budaya Indonesia, Bandara Soetta Tebar Spot Instagramable

TANGERANG – Internasional terus berbenah untuk meningkatkan kepada pada pengguna jasa serta mencapai target menghadirkan banyak mancanegara ke dalam negeri. selaku operator, akan mengembangkan pelabuhan udara tersebut dengan konsep sebagai pusat seni dan (airport as art, culture and tourism hub) dengan menghadirkan spot-spot yang Instagramable.

Salah satu spot instagramable di Bandara Soekarno-Hatta

Salah satu spot instagramable di Bandara Soekarno-Hatta – www.indozone.id

“Salah satunya menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya Nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah,” tutur Direktur Utara PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dilansir Merdeka. “Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia.”

Untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, PT Angkasa Pura II memilih cara yang unik, yakni dengan mendesain sejumlah spot Instagramable di Bandara Soekarno-Hatta. Di samping itu, juga menampilkan berbagai pertunjukan dan parade seni budaya langsung di gedung terminal. “Kami tidak sekadar membuat spot foto, namun harus memenuhi persyaratan yaitu harus Instagramable, harus identifiable atau mudah dikenali, dan harus memorable,” sambung Awaluddin.

“PT Angkasa Pura II di setiap bandara yang dikelola, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, membuat spot foto Instagramable guna memberikan travel experience yang menarik bagi traveler sehingga aura bahagia yang diwujudkan dengan hassle free, stress free, dan confusing free dapat terasa di bandara,” lanjut Awaluddin. “Ini cara alternatif dalam memperkenalkan seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.”

Khusus di area kedatangan Terminal 3, beberapa spot Instagramable yang dapat ditemukan antara lain peta Indonesia beserta replika stupa Borobudur, burung rangkong dan tarian adat Dayak, alat transportasi cidomo khas Lombok, suasana di Gili Trawangan, mural Monas, murang wayang kulit, murah Candi Prambanan, murah tarian caci khas NTT, hingga mural Jembatan Ampera. Sementara, di area Terminal 1 dan 2, ada lampu-lampu tradisional dan bangunan dengan nuansa keramik bata merah.