Soekarno-Hatta Jadi Bandara Paling Terkoneksi Ke-2 di Asia Pasifik Versi OAG

belum lama ini dinobatkan menjadi bandar udara dengan koneksi rasio terjadwal paling banyak atau bandara paling terkoneksi ke-2 di kawasan Asia Pasifik. Bahkan di dunia status Bandara Soetta, Tangerang, Banten menjadi yang paling terkoneksi di peringkat 10, menyingkirkan bandara-bandara besar lainnya seperti Incheon Korea, KLIA Malaysia, dan Bandara Hong Kong.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta - id.wikipedia.org

Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org

Pada laporan Megahubs International Index 2018 – The World’s Most Internationally Connected Airports yang dirilis oleh lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG, Bandara Soetta memperoleh nilai indeks konektivitas mencapai 249, selisih 4 poin dari Bandara Changi Singapura dengan nilai indeks 253. Berikut ini peringkat 5 besar bandara tersibuk di Asia Pasifik versi  International Megahubs Index 2018 OAG.

  1. Bandara Changi Singapura – peringkat ke-8
  2. Bandara Soekarno-Hatta Jakarta – peringkat ke-10
  3. Bandara Kuala Lumpur – peringkat ke-12
  4. Bandara Hong Kong – peringkat ke-13
  5. Bandara Suvarnabhumi Bangkok – peringkat ke-14

Indeks tersebut dinilai oleh OAG dari total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan datang dan keluar dalam masa jendela waktu 6 jam. Kriteria penentuan konektivitas didasarkan dari penerbangan internasional menuju maupun dari bandara tersebut (single international connections) dan penerbangan internasional yang termasuk ke internasional, internasional ke , maupun international ke internasional.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk di Indonesia dengan pergerakan pada tahun 2017 mencapai lebih dari 63 juta per tahun. Untuk mengakomodir pertumbuhan penumpang yang terus merangkak naik, Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus bersolek baik di sisi darat maupun sisi udara, untuk memaksimalkan potensinya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, seperti dilansir BisnisJakarta.

Tahun 2017 lalu arus penumpang di Bandara Soetta mencapai 63 juta orang dan mengantarkannya menjadi bandara tersibuk ke-17 di dunia. “Dengan estimasi penumpang tahun 2018 yang akan mencapai 68 juta penumpang, Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kapasitas dan juga penumpang seperti diantaranya pembangunan east cross taxiway dan runway ketiga yg diestimasikan dapat menambah pergerakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari sebelumnya 81 menjadi 115 per jam,” sambung Awaluddin.

“Maraknya permintaan akan perjalanan udara internasional membuat Asia-Pasifik wilayah penting untuk penerbangan. Dominasi Asia jelas terlihat namun kami cenderung melihat pergerakan yang menarik tatkala bandara baru Beijing dibuka. Dengan upaya Tiongkok mendorong pertumbuhan perjalanan udara, kami berharap penerbangan ke Hong Kong, yang saat ini tumbuh amat pesat, didorong oleh maskapai utama (Cathay Pacific dan Cathay Dragon) tak pelak lagi akan kian berevolusi,” imbuh Mayur Patel, Regional Sales Director JAPAC, OAG.