Skytrain Bandara Soetta Sempat Alami Gangguan Pada Power Rel

Tangerang Skytrain sempat mengalami gangguan pada Selasa (10/10) lalu. Menurut laporan terbaru, terjadi korsleting listrik pada skytrain di yang menyebabkan power kereta listrik tersebut mati. Bahkan kabarnya sempat terdengar bunyi ledakan dan muncul asap saat skytrain tiba-tiba berhenti.

Yado Yarismano, Public Relation Manager PT AP II - deladeni.com

Yado Yarismano, Public Relation Manager PT AP II – deladeni.com

“Power rel Skytrain sempat bermasalah pada Selasa siang, 10 Oktober. Penyebabnya masih diselidiki,” kata juru bicara PT Angkasa Pura (AP) II, Yado Yarismano, Kamis (12/10), seperti dilansir Tempo.

Power rel skytrain yang beroperasi di Bandara Soetta bermasalah pada Selasa (10/10) siang sekitar pukul 11.45 WIB ketika Skytrain baru saja tiba di shelter Terminal 2. Kala itu terdengar suara mirip ledakan yang posisinya ada di bawah Skytrain. Beruntung meski mengalami gangguan, masih dapat keluar dari dalam skytrain dan pintu terbuka dengan normal.

Usai melalui pengecekan oleh tim teknisi APMS (Automated People Mover System), rupanya ada bagian yang pecah di sisi rel. Akhirnya permasalahan tersebut diperbaiki oleh teknisi dan selama menjalani perbaikan skytrain tak dioperasikan untuk sementara waktu.

Lebih lanjut Yado membantah kabar yang menyebutkan bahwa terjadi ledakan dan sempat keluar asap dari bawah skytrain. “Yang mengalami masalah hanya relnya, power rel Skytrain,” tutur Yado. Yado menjelaskan jika ketika muncul asap dan terjadi ledakan kecil, gerbong Skytrain masih ada di shelter Terminal 2.

Skytrain disebut-sebut berhenti beroperasi selama 2 jam karena menjalani proses perbaikan dan evaluasi sebelum rel kembali digunakan untuk mengangkut penumpang. “Selanjutnya kembali beroperasi dengan normal,” tandasnya.

Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta diresmikan pada (17/9) lalu bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional. Untuk tahap awal, Skytrain hanya melayani transportasi penumpang dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya dengan jadwal setiap pukul 07.00-09.00 WIB, jam 12.00-14.00 WIB, serta pukul 17.00-19.00 WIB.

Setelah beroperasi secara penuh, Skytrain akan dijalankan secara otomatis dan beroperasi 24 jam penuh dalam sehari. Kapasitas satu set Skytrain yang terdiri dari 2 kereta adalah 176 orang dengan rute tahap awal sepanjang 1.700 meter.