AP II Resmikan Skybridge di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II meresmikan Skybridge atau jembatan penghubung di , Tangerang, Banten pada Selasa (17/9). Skybridge tersebut sengaja dihadirkan sebagai jalur penyeberangan penumpang untuk mempermudah mobilitas dari ke Shelter Skytrain dan sebaliknya.

Skybridge di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta - jakarta.tribunnews.com

Skybridge di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta – jakarta.tribunnews.com

“Ini adalah bagian dari layanan Skytrain selain moda transportasinya kita juga siapkan shelter dan karena desain Terminal kita memerlukan jembatan penghubung atau disebut Skybridge,” kata Executive General Manager Bandara Soetta, Agus Haryadi saat meresmikan Skybridge di Terminal 2 Bandara Soetta, Selasa (17/9), seperti dilansir Tangerangonline.

Lebih lanjut Agus mengatakan, Skybridge Terminal 2 itu membutuhkan waktu sekitar 180 hari. Kabarnya jembatan penghubung ini sendiri sebenarnya sudah rampung akhir bulan Agustus 2019 lalu.

“Ini dibangun khusus untuk Skybridge-nya saja butuh waktu 6 bulan. Sebenarnya sudah selesai beberapa minggu yang lalu tapi sengaja dipilih operasi pertamanya tepat tanggal 17 September ini bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019, ini semacam kado kecil buat insan perhubungan apa yang bisa kami persembahkan sebagai bagian dari insan transportasi adalah Skybridge ini,” beber Agus.

Fasilitas Skybridge bisa diakses oleh para pengguna jasa Bandara Soetta dari Shelter Skytrain ke gedung Terminal 2 dan sebaliknya. “(Skybridge dapat diakses) baik dari terminal menuju shelter maupun pengguna jasa bandara yang turun dari skytrain kemudian akan mengakses ke terminal dua khususnya,” ungkap Agus.

Nantinya AP II juga berencana menambah fasilitas di jembatan tersebut supaya menambah kenyamanan pada pengguna jasa. “Mungkin nanti masih kita lakukan beberapa penyesuaiannya, termasuk ATD (automatic door) yang langsung bisa mengakses terminal. Ini kita harapkan penumpang pengguna jasa bandara lebih nyaman dan terakomodir lagi untuk kecepatan dan kemudahannya,” tutur Agus.

Seperti diketahui, jumlah penumpang di Terminal 2 memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh sebab itu AP II merasa perlu menghadirkan Skybridge yang bisa memudahkan akses penumpang. Dengan demikian, penumpang tak perlu lagi menyeberang ke Terminal 2 lewat jalan raya yang berbahaya. “Yang jelas kebutuhan skytrain sekarang sudah tidak bisa lagi dinafikan, apalagi sekarang makin tingginya pengguna jasa yang mengakses lewat kereta. Untuk faktor safety juga,” pungkasnya.