Setelah Bekasi-Senayan, Bus Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta?

JAKARTA – Mulai hari Kamis (7/9) pekan lalu hingga tanggal 20 September mendatang, premium Transjabodetabek resmi melakukan uji coba perjalanan untuk Mega City -Plaza Senayan. Meski masih dalam tahap uji coba, namun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) sudah mulai melakukan kajian untuk menuju .

Bus Transjabodetabek - mediaindonesia.com

Bus Transjabodetabek – mediaindonesia.com

(pengelola Bandara Soekarno-Hatta) meminta (bus ini) dikaji untuk ,” jelas Kepala BPJT, Bambang Prihartono. “Namun, adanya kajian ini tidak serta-merta menghapuskan angkutan bandara seperti bus Damri. Tetapi, karena bandara sudah penuh dengan mobil, maka kami akan menekankan (masyarakat) untuk pindah ke bus.”

Selain ke Bandara Soekarno-Hatta, Bambang menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengkaji rute bus Transjabodetabek untuk melewati tol Jagorawi. Menurutnya, pihaknya saat ini masih dalam proses pengkajian dan akan melakukan qucik assesment. “Kami usahakan masa kajiannya kurang lebih satu bulan,” sambung Bambang.

Saat ini, bus Transjabodetabek tengah melakukan uji coba perjalanan dengan rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan Jakarta. Dengan moda transportasi ini, waktu tempuh antara dua tempat tersebut kurang lebih 70 menit sampai 90 menit. Seperti bus reguler Transjabodetabek rute Bekasi-Bundaran HI, bus ini juga menggunakan jalur khusus angkutan umum (JKAU).

“Persoalan lalu lintas di sepanjang koridor Transjabodetabek Bekasi-Senayan sudah tergolong darurat akibat kapasitas badan jalan yang sudah terlampaui oleh volume kendaraan,” urai Bambang. “Karena itu, kami memperkenalkan Transjabodetabek sebagai solusi dari persoalan itu dengan memanfaatkan bahu jalan tol sebagai Jalur Kendaraan Angkutan Umum (JKAU).”

Transjabodetabek premium mulai berangkat dari Bekasi Barat menuju Plaza Senayan pada jam sibuk pegawai pada pukul 05.45 WIB dan dilanjutkan pukul 17.00 WIB atau jam sibuk pulang kerja dari Senayan menuju Bekasi. “Fasilitasnya ada Wi-Fi, kamera CCTV untuk keamanan, colokan untuk charge handphone. Kita punya standar internasional seperti bus-bus yang ada di Singapura,” pungkas Bambang.