Sejarah Berdirinya Bandara Soekarno-Hatta

Internasional () merupakan bandar udara utama yang berlokasi di , Tangerang. Ini pertama kali dioperasikan pada tahun 1985 yaitu menggantikan fungsi dari ” di Pusat dan “Halim Perdanakusuma” di Jakarta Timur. Saat ini, Kemayoran sudah dinonaktifkan, sedangkan Halim Perdanakusuma difungsikan untuk penerbangan militer, VVIP, charter, dan beberapa penerbangan domestik.Bandara Kemayoran 1976

Beroperasi antara tahun 1928–hingga 1974, Bandara Kemayoran yang awalnya ditujukan untuk penerbangan domestik dianggap terlalu dekat lokasinya dengan basis militer Indonesia, yaitu Bandara Halim Perdanakusuma. Frekuensi penerbangan sipil yang semakin meningkat dianggap mengancam kelangsungan lalu lintas internasional maupun kepentingan militer, oleh karena itu pada awal tahun 1970-an, mulailah dicari lokasi yang berpotensi untuk dijadikan bandara baru dengan bantuan USAID, diantaranya Kemayoran, Malaka, Babakan, Jonggol, Halim, Curug, Tangerang Selatan dan Tangerang Utara yang berakhir dengan dipilihnya Tangerang Utara sebagai lokasi alternatif. Di waktu yang sama, pemerintah mulai memoles Bandara Halim Perdanakusuma untuk kepentingan penerbangan domestik.

Pada akhir Maret 1975, berbagai pihak terkait sepakat menyetujui rencana 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik dan 1 terminal Haji di Bandara Soekarno-Hatta. Terminal domestik yang direncanakan dibangun bertingkat 3 dibangun antara tahun 1975 hingga 1981 dengan biaya tak kurang dari USD 465 juta, termasuk apron yang dibangun antara tahun 1982 hingga 1985 yang menelan biaya USD 126 juta. Saat itu proyek terminal baru tersebut masih diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C).

Berikut adalah tahap pengerjaan pembangunan Bandara Soekarno Hatta :

  • 1975 hingga 1977, diawali dengan pembukaan lahan dan pengaturan perbatasan provinsi.
  • 12 November 1976, Tender pembangunan bandara dimenangkan oleh pihak Aeroport de Paris.
  • 18 Mei 1977, Penandatanganan kontrak tanda jadi oleh Pemerintah Indonesia dan Aeroport de Paris dengan PT Konavi sebagai mitra lokal tertunjuk (waktu yang dibutuhkan hingga selesai adalah 18 bulan, dengan capaian hasil 2 landasan pacu termasuk taxiway, 2 ruas jalan aspal di sisi barat dan timur, 3 terminal, dan kebun di dalam bandara).
  • 20 Mei 1980, Bandara dibangun kembali dengan kontrak selama 4 tahun oleh Sainraptet Brice, SAE, Colas dan PT Waskita Karya sebagai pihak pembangun.
  • 1 Desember 1980, Pihak Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak senilai Rp 384,8 M. Merupakan biaya yang diambil sebagian dari APBN dan sebagian lagi Sumbangan dari Pemerintah .
  • 1 Desember 1984, Pembangunan Bandara Soekarno hatta sudah selesai dalam tahap fisik.
  • 1 Mei 1985, Dimulai wacana pembangunan Terminal ke-2 , secara teknis mulai dikerjakan pada 11 Mei 1992.